Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Upaya menghidupkan kembali destinasi wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai diarahkan pada kekuatan masyarakat. Bukan hanya pemerintah yang bergerak, warga setempat kini mendapat ruang lebih besar untuk ikut merawat sekaligus mengembangkan potensi wisata di lingkungannya.
Langkah tersebut terlihat di Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong. Taman Replika Kerajaan Nusantara dan Monumen Dunia kini mulai dikelola kembali dengan melibatkan masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Panji Berseri.
Kehadiran Pokdarwis ini menjadi bagian dari upaya Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar mendorong pengelolaan destinasi yang tumbuh dari masyarakat. Warga tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga diberi kesempatan menjadi bagian dari penggerak destinasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Awang Agus Darmawan, mengatakan pembentukan Pokdarwis Panji Berseri bermula dari koordinasi bersama pihak Kelurahan Panji.
Menurutnya, keberadaan 19 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Panji menjadi potensi besar untuk membangun kelompok pengelola yang melibatkan masyarakat secara luas.
“Kami minta mereka tanya Pak Lurah. Waktu itu ada berapa RT di Panji? Ada 19. Nah, gimana kalau Pak Lurah bentuk Pokdarwis di Kelurahan Panji yang isinya semua RT yang ada di Panji,” kata Awang, Jumat (14/8/2026).
Gagasan tersebut kemudian diwujudkan dengan pembentukan Pokdarwis Panji Berseri. Kelompok tersebut telah memperoleh surat keputusan (SK) dan mendapatkan pembinaan dari Dispar Kukar.
Setelah mendapatkan pembinaan, masyarakat mulai bergerak melakukan pengelolaan dan penataan kawasan. Perubahan tersebut mulai terlihat pada kondisi Taman Replika yang dinilai semakin baik dan nyaman.
“Alhamdulillah, kemarin sudah kita SK-kan Pokdarwisnya. Sudah kita berikan bimbingan itu kemarin dan alhamdulillah sudah mereka bergerak,” ujarnya.
Bagi Dispar Kukar, pembentukan Pokdarwis bukan berarti pemerintah menentukan seluruh pola pengelolaan. Justru masyarakat diberikan keleluasaan untuk mencari bentuk pengelolaan yang paling sesuai dengan karakter kawasan dan kebutuhan warga.
“Pokdarwis Panji Berseri. Jadi terserah nanti Pokdarwisnya mau seperti apa mereka,” ungkap Awang.
Pendekatan tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk menghadirkan berbagai kreativitas baru. Tidak hanya menjaga kebersihan dan kondisi kawasan, tetapi juga menciptakan aktivitas yang dapat membuat destinasi lebih menarik bagi pengunjung.
Perhatian terhadap kawasan tersebut juga datang dari berbagai pihak. Awang menyebut Bunda Rita Widyasari turut memberikan perhatian terhadap kondisi Taman Replika Kerajaan Nusantara dan Monumen Dunia.
“Dan alhamdulillah sudah mereka bergerak. Terus ada Bunda Rita Widyasari juga yang punya perhatian lebih ke situ. Ternyata sekarang lebih enak, lagi bagus lagi,” katanya.
Ke depan, pengelolaan Taman Replika juga berpotensi dikembangkan menjadi sumber penerimaan daerah apabila telah memenuhi ketentuan untuk penerapan retribusi. Namun, Dispar Kukar menegaskan skema tersebut perlu dibahas bersama seluruh perangkat daerah terkait agar pembagian kewenangan berjalan jelas.
Salah satunya terkait pengelolaan parkir yang menjadi kewenangan Dinas Perhubungan. Sementara aktivitas wisata dapat melibatkan Pokdarwis sebagai pengelola di lapangan, dengan mekanisme penerimaan yang tetap mengikuti ketentuan pemerintah daerah.
“Kalau memang nantinya itu ada bentuk retribusi, ya kita harus duduk sama-sama lagi,” jelas Awang.
Ia menambahkan, apabila mekanisme tersebut nantinya diterapkan, pengelolaan tidak hanya harus memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga mendukung tertibnya penerimaan daerah.
“Kalau perparkiran kan urusannya Dishub, retribusi nanti kan bisa jadi di Pokdarwis, cuma setorannya ke Bapenda,” tandasnya.
Dengan keterlibatan warga, Taman Replika Kerajaan Nusantara dan Monumen Dunia diharapkan berkembang bukan sekadar sebagai destinasi wisata, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan masyarakat. Dari lingkungan sendiri, potensi wisata diharapkan dapat tumbuh, dirawat, dan memberi manfaat ekonomi bagi warga Kelurahan Panji.
Pendekatan ini sekaligus memperkuat arah pengembangan pariwisata Kukar yang tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan destinasi.
(adv/disparkukar/m/h)









