Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA — Gaung Erau Adat Kutai 2026 mulai diperluas. Tidak hanya menyasar masyarakat di Kutai Kartanegara (Kukar), promosi agenda budaya tahunan tersebut kini diarahkan menjangkau seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Langkah itu dilakukan Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar dengan menyiapkan materi video promosi yang disebarluaskan ke 10 kabupaten/kota serta IKN. Promosi ini menjadi bagian dari upaya menarik perhatian masyarakat sekaligus memperkenalkan Erau sebagai salah satu daya tarik budaya dan pariwisata Kukar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan materi promosi tersebut mulai didistribusikan ke sejumlah daerah. Targetnya, dalam waktu sekitar satu bulan, video promosi sudah dapat ditayangkan di daerah tujuan.
“Video promosi sudah mulai kita sebar ke 10 kabupaten/kota dan IKN,” kata Awang, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, perluasan promosi dilakukan agar informasi mengenai pelaksanaan Erau tidak hanya berputar di wilayah Kukar. Semakin luas jangkauan informasi, semakin besar pula peluang masyarakat dari daerah lain untuk mengetahui dan datang menyaksikan rangkaian kegiatan Erau.
Erau Adat Kutai 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 20–27 September 2026. Karena itu, promosi dilakukan lebih awal agar masyarakat memiliki waktu untuk mengetahui jadwal sekaligus mempersiapkan kunjungan.
“Dalam waktu satu bulan ini, video promosi sudah bisa tayang di kota-kota masing-masing,” ujarnya.
Selain menyasar kabupaten/kota dan IKN, Dispar Kukar juga membuka komunikasi dengan Kementerian Pariwisata untuk memperluas eksposur Erau. Koordinasi tersebut diharapkan dapat membantu membawa agenda budaya Kukar ke jangkauan promosi yang lebih luas.
Di tingkat daerah, promosi Erau juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu strategi untuk mengoptimalkan dukungan antarperangkat daerah dalam memperkenalkan kegiatan budaya Kukar.
Awang menjelaskan, masing-masing perangkat daerah memiliki peran yang berbeda dalam mendukung pelaksanaan dan promosi Erau.
“Dinas Pendidikan untuk promosinya tidak ada, karena Dinas Pendidikan yang menaungi, sedang promosi itu dari kami, itu yang kita sebut kolaborasi tadi,” jelasnya.
Bagi Dispar Kukar, pola kolaborasi menjadi penting di tengah kebutuhan untuk memperluas promosi dengan sumber daya yang tersedia. Dengan menggandeng perangkat daerah dan pihak terkait, penyebaran informasi mengenai Erau diharapkan dapat dilakukan lebih luas dan efektif.
Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi terbaru mengenai Erau Adat Kutai 2026 dapat mengikuti akun Instagram @visitingkutaikartanegara.
Perluasan promosi ini diharapkan tidak sekadar meningkatkan jumlah masyarakat yang mengetahui Erau, tetapi juga mendorong semakin banyak wisatawan berkunjung ke Kukar. Kehadiran wisatawan selama pelaksanaan Erau sekaligus diharapkan memberi dampak positif bagi pelaku usaha, ekonomi kreatif, serta sektor pariwisata daerah.
Dengan semangat budaya yang terus diperkenalkan lintas daerah, Erau Adat Kutai 2026 diharapkan menjadi momentum untuk kembali menempatkan kekayaan budaya Kutai sebagai daya tarik wisata yang semakin dikenal di Kalimantan Timur hingga tingkat nasional. (Adv/Disparkukar/m/h)









