Mudaetam.com, BONTANG – Karang Taruna Kota Bontang mulai memperkuat konsolidasi menjelang pelaksanaan Temu Karya VI yang menjadi momentum pembentukan kepengurusan periode 2026–2031.
Ketua Karang Taruna Kalimantan Timur, Hendra, melakukan sejumlah pertemuan dengan jajaran Pemerintah Kota Bontang dan DPRD Bontang, Selasa (1/9/2026). Silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun dukungan sekaligus memperkuat kolaborasi untuk keberlanjutan program kepemudaan dan sosial di Kota Bontang.
Pertemuan diawali dengan kunjungan ke Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang. Dalam pertemuan itu, Hendra bersama jajaran membahas peran Karang Taruna dalam mendukung pemerintah menangani berbagai persoalan sosial serta membuka ruang pengembangan potensi generasi muda.
Hendra mengatakan, pemerintah daerah memiliki posisi penting dalam mendukung keberadaan Karang Taruna, terutama dalam menjalankan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Alhamdulillah, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang, Pak Ahmad Yani, menyambut baik. Kami juga membahas persiapan menuju Temu Karya VI untuk membentuk kepengurusan baru periode 2026–2031,” ujarnya.
Menurut Hendra, Karang Taruna memiliki basis yang cukup besar karena mencakup warga berusia 16 hingga 30 tahun. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menggerakkan kegiatan sosial dan kepemudaan hingga tingkat kelurahan.
Namun, besarnya basis anggota harus dibarengi dengan kepengurusan yang solid dan program kerja yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Karang Taruna harus hadir bergerak dan memberikan dampak. Tentunya hal tersebut membutuhkan dukungan pemerintah,” tegasnya.
Ia berharap kepengurusan mendatang dapat semakin aktif menjalankan kegiatan sosial, kepemudaan, lingkungan hidup, olahraga, hingga pengembangan potensi ekonomi kreatif.
Setelah dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, rangkaian silaturahmi dilanjutkan dengan pertemuan bersama Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris.
Dalam pertemuan tersebut, Agus Haris berharap Temu Karya VI tidak berhenti pada agenda pemilihan kepengurusan baru. Forum tersebut diharapkan mampu melahirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Karang Taruna juga didorong mengambil peran lebih luas dalam pemberdayaan pemuda, penanganan persoalan sosial, pengembangan ekonomi kreatif, pelestarian lingkungan, serta pembinaan olahraga.
Rangkaian konsolidasi kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, di rumah jabatan Ketua DPRD Bontang.
Andi Faizal menyambut baik langkah konsolidasi yang dilakukan menjelang Temu Karya VI. Menurutnya, forum tersebut harus menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun arah program Karang Taruna ke depan.
“Temu Karya jangan hanya dimaknai sebagai agenda memilih ketua dan menyusun kepengurusan. Hal yang paling penting adalah bagaimana forum ini menghasilkan gagasan, program kerja, dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya proses pemilihan kepengurusan berlangsung secara demokratis dan tetap mengedepankan semangat kekeluargaan.
Menurut Andi Faizal, perbedaan pilihan dalam forum organisasi merupakan sesuatu yang wajar. Namun, perbedaan tersebut diharapkan tidak berlanjut menjadi perpecahan setelah proses Temu Karya selesai.
“Silakan berkompetisi dan menyampaikan gagasan masing-masing. Namun, setelah Temu Karya selesai, semua harus kembali bersatu. Jangan sampai perbedaan pilihan justru melemahkan organisasi,” ujarnya.
Andi Faizal menilai Karang Taruna memiliki peluang besar untuk mengambil peran dalam berbagai persoalan kepemudaan dan sosial di Bontang. Mulai dari pembinaan generasi muda, pengembangan usaha produktif, penanganan pengangguran, pencegahan penyalahgunaan narkoba, kegiatan olahraga, hingga pelestarian lingkungan.
Ia juga mendorong pengurus Karang Taruna periode mendatang membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah, DPRD, dunia usaha, organisasi kepemudaan, serta masyarakat.
“Bontang memiliki banyak anak muda dengan potensi dan kreativitas yang luar biasa. Karang Taruna harus menjadi rumah besar yang mampu merangkul mereka, memberikan ruang untuk berkarya, sekaligus mengarahkan energi anak muda kepada kegiatan yang positif dan produktif,” katanya.
DPRD Bontang, lanjut Andi Faizal, pada prinsipnya mendukung kegiatan kepemudaan yang memiliki tujuan jelas dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, setiap program tetap harus disusun secara matang dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia berharap kepengurusan Karang Taruna periode 2026–2031 nantinya mampu menjaga soliditas organisasi dan hadir ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan.
“Harapan kami kepengurusan Karang Taruna periode 2026–2031 nantinya dapat menjaga soliditas organisasi dan hadir di tengah masyarakat, terutama ketika terjadi persoalan sosial, bencana, maupun kondisi yang membutuhkan semangat gotong royong,” pungkasnya. (*)









