Erau Adat Kutai 2026 Bersiap Semarak, Tiga Menteri Diupayakan Hadir di Tenggarong

M udaetam.com, KUTAI KARTANEGARA — Suasana Kota Tenggarong diproyeksikan kembali semarak pada September mendatang. Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026 tak hanya disiapkan sebagai perhelatan budaya, tetapi juga diarahkan menjadi momentum untuk memperkuat daya tarik pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar bahkan tengah mengupayakan kehadiran tiga menteri pada agenda pembukaan Erau Adat Kutai 2026. Kehadiran para pejabat pemerintah pusat tersebut diharapkan turut memberikan perhatian lebih besar terhadap salah satu festival budaya unggulan Kukar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan komunikasi dan persiapan terkait kehadiran tamu-tamu penting terus dilakukan menjelang pelaksanaan Erau.

“Kita mengupayakan Menteri Pariwisata, Menteri Kebudayaan, dan Menteri Ekonomi Kreatif bisa hadir pada saat acara pembukaan,” kata Awang, Senin (24/6/2026).

Menurut Awang, persiapan Erau dilakukan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah. Dispar Kukar memiliki peran dalam mendukung aspek promosi dan pariwisata, sementara pelaksanaan seremoni budaya berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan Erau tidak hanya berjalan sebagai agenda tahunan, tetapi juga mampu dikemas sebagai daya tarik wisata yang memberikan pengalaman bagi pengunjung.

Di sisi promosi, Dispar Kukar juga menyiapkan materi visual untuk menyambut pelaksanaan Erau. Salah satunya berupa video promosi yang akan meneruskan konsep kampanye menuju Erau seperti yang telah dilakukan pada pelaksanaan sebelumnya.

“Kita lagi mempersiapkan video, seperti tahun lalu ada video yang menuju Erau. Itu yang mau kita persiapkan,” ujarnya.

Promosi tersebut diharapkan dapat membangun antusiasme masyarakat sekaligus memperluas jangkauan informasi mengenai rangkaian Erau Adat Kutai 2026.

Bagi sektor pariwisata, momentum Erau menjadi peluang untuk memperkenalkan Tenggarong dan berbagai potensi wisata Kukar kepada lebih banyak pengunjung. Wisatawan yang datang untuk menyaksikan festival juga diharapkan tidak hanya menikmati pertunjukan budaya, tetapi turut menjelajahi destinasi wisata dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Awang mengatakan rangkaian kegiatan yang berlangsung sekitar satu pekan menjadi peluang untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Tenggarong.

“Dengan adanya event ini, harapannya kita bisa bersama-sama menarik wisatawan untuk datang ke Kota Tenggarong,” katanya.

Ia optimistis kemeriahan Erau akan mendapat sambutan masyarakat, terutama dari daerah sekitar Kukar. Namun, targetnya tidak berhenti pada wisatawan lokal. Promosi yang lebih luas diharapkan dapat membuka peluang kedatangan wisatawan dari luar daerah.

Dengan kekuatan tradisi, pertunjukan budaya, dan rangkaian kegiatan yang dikemas selama sepekan, Erau Adat Kutai 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar perayaan budaya. Event ini diharapkan mampu menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya sekaligus potensi pariwisata Kukar.

“Kami berharap rangkaian event yang berlangsung selama satu minggu ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik yang berasal dari daerah sekitar maupun dari luar daerah, untuk berkunjung ke Tenggarong,” pungkasnya. (Adv/Disparkukar/m/h)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan