Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Hamid, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebutuhan fasilitas umum dan sarana lingkungan masyarakat dalam agenda Reses Masa Sidang II Tahun 2025/2026 yang digelar di Jalan Sepinggan Baru II RT 16 No. 47, Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan, Sabtu (2/5/2026).
Berbeda dari agenda formal pada umumnya, kegiatan reses tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan bersama kelompok ibu-ibu pengajian. Kegiatan diawali dengan khotbah dan doa bersama sebelum dilanjutkan dengan sesi dialog dan penyerapan aspirasi warga.
Dalam sambutannya, Muhammad Hamid menegaskan bahwa reses bukan hanya kegiatan seremonial tahunan, melainkan kewajiban moral dan konstitusional seorang wakil rakyat untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
“Reses ini bukan sekadar agenda formal atau seremoni. Kami hadir untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat, mencatat persoalan yang ada, lalu memperjuangkannya agar bisa direalisasikan melalui program pemerintah daerah,” ujar Hamid.
Pada kesempatan itu, Hamid juga menyampaikan kabar baik terkait realisasi aspirasi warga yang sebelumnya telah diperjuangkan, yakni pemasangan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Sepinggan Baru.
“Alhamdulillah, aspirasi masyarakat terkait penerangan jalan umum sudah terealisasi. Hari ini warga sudah bisa menikmati manfaatnya, terutama untuk meningkatkan rasa aman dan kenyamanan lingkungan pada malam hari,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan realisasi PJU tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara masyarakat dan wakil rakyat mampu menghadirkan solusi konkret terhadap kebutuhan lingkungan.
Setelah persoalan penerangan jalan terjawab, warga kembali menyampaikan sejumlah usulan lanjutan, terutama terkait kebutuhan sarana dan prasarana ibadah serta infrastruktur lingkungan lainnya yang dinilai masih perlu perhatian pemerintah.
Menanggapi hal itu, Hamid memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan terus dikawal agar masuk dalam perencanaan pembangunan daerah berikutnya.
“Melalui silaturahmi seperti pengajian ini, kami ingin memastikan seluruh kebutuhan masyarakat dapat tersampaikan dengan baik. Aspirasi terkait sarana ibadah maupun infrastruktur lainnya akan kami formulasikan dan perjuangkan agar bisa terakomodasi dalam program pembangunan Kota Balikpapan,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh hasil penjaringan aspirasi tersebut nantinya akan disusun dalam laporan resmi hasil reses untuk dibahas di parlemen sebagai bahan pengawalan terhadap kebijakan dan alokasi anggaran Pemerintah Kota Balikpapan.
“Kami ingin pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat sampai di tingkat lingkungan RT,” tutup Hamid. (Jer/H)









