Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Pelaksanaan Festival Adat Erau 2026 tidak hanya menjadi agenda pelestarian budaya Kutai, tetapi juga menjadi momentum bagi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar kini mendorong berbagai strategi promosi agar jumlah wisatawan yang datang selama rangkaian Erau tahun ini dapat meningkat. Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan mencapai sekitar 40 ribu orang, atau dua kali lipat dibandingkan jumlah kunjungan yang tercatat pada tahun sebelumnya.
Plt Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan pada pelaksanaan Erau tahun lalu jumlah pengunjung berada di kisaran 20 ribu orang. Karena itu, target 40 ribu pengunjung menjadi tantangan sekaligus dorongan untuk memperluas promosi dan memberikan informasi yang lebih mudah diakses wisatawan.
“Walaupun tahun ini kita mengetahui kondisi masih seperti ini, kita tetap berupaya meningkatkan promosi. Kementerian Pariwisata menargetkan sekitar 40 ribu pengunjung tahun ini. Sementara tahun lalu jumlahnya sekitar 20 ribu pengunjung,” ujar Awang Agus, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, penguatan promosi dilakukan dengan memanfaatkan berbagai kanal digital resmi. Salah satunya melalui akun Instagram @VisitingKutaiKartanegara yang menjadi salah satu sumber informasi bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Kukar.
Informasi yang disajikan tidak hanya berkaitan dengan agenda wisata, tetapi juga kebutuhan pendukung selama berada di daerah tersebut. Wisatawan dapat memperoleh referensi mengenai akomodasi, tempat kuliner, nomor kontak hingga pilihan menu.
Dengan informasi yang lebih lengkap, wisatawan diharapkan dapat merencanakan kunjungan sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran masing-masing.
“Jadi wisatawan bisa menentukan sendiri mau menginap di mana, makan di mana, termasuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan anggarannya,” jelasnya.
Selain mengejar peningkatan jumlah kunjungan, Dispar Kukar juga mulai memperhatikan aspek pendataan. Penghitungan jumlah wisatawan selama ini masih banyak dilakukan secara manual, sehingga pada Erau 2026 pemerintah daerah mulai menjajaki metode yang lebih terukur.
Salah satu langkah yang tengah dipertimbangkan adalah pemanfaatan data dari penyedia layanan telekomunikasi atau provider.
Melalui data aktivitas perangkat telekomunikasi di suatu kawasan, jumlah orang yang berkumpul pada lokasi tertentu dapat dipetakan. Metode ini dinilai dapat membantu memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai tingkat kunjungan selama pelaksanaan Erau.
“Mungkin kalau sebelumnya kita menghitung secara manual, tahun ini kita coba bekerja sama dengan provider-provider telekomunikasi. Biasanya dari provider bisa diketahui berapa banyak orang yang berkumpul di suatu area,” tandasnya.
Bagi Dispar Kukar, data tersebut bukan sekadar angka kunjungan. Informasi yang lebih akurat dapat menjadi dasar untuk melihat perkembangan sektor pariwisata sekaligus bahan evaluasi penyelenggaraan Erau pada tahun-tahun berikutnya.
Dengan perpaduan antara promosi digital dan pendataan yang semakin terukur, pelaksanaan Erau 2026 diharapkan tidak hanya memperkuat daya tarik budaya Kukar, tetapi juga memberikan dampak lebih luas terhadap aktivitas pariwisata dan ekonomi masyarakat. (Adv/Disparkukar/M/H)








