Mudaetam.com, Kutai Kartanegara, Kamis, 3 September 2026 – Kawasan kuliner di pusat Kota Tenggarong perlahan dipersiapkan untuk memiliki peran baru. Taman Pujasera Tenggarong diarahkan menjadi salah satu sentral wisata kuliner yang menawarkan beragam pilihan makanan sekaligus ruang bagi masyarakat untuk menikmati suasana kota.
Berada di kawasan Tuah Himba, Kecamatan Tenggarong, Pujasera tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan kuliner khas Kutai. Berbagai sajian kuliner lainnya juga akan diberi ruang, sehingga kawasan ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pengunjung.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menambah pilihan destinasi wisata di Kota Raja.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengatakan Pujasera menjadi salah satu lokasi yang direncanakan untuk dikembangkan sebagai sentra wisata kuliner.
Menurutnya, konsep yang disiapkan tidak sebatas memperkenalkan makanan tradisional daerah, tetapi juga membuka ruang bagi beragam jenis kuliner.
“Ada. Rencananya berlokasi di Pujasera. Namun, kawasan Pujasera nantinya tidak hanya menyajikan kuliner khas Kutai,” kata Awang Ivan.
Kawasan Pujasera sendiri telah dibangun sejak 2024. Pemanfaatannya kini dipersiapkan secara bertahap dengan melihat perkembangan aktivitas dan respons masyarakat.
Tahap awal menjadi momentum untuk melihat sejauh mana kawasan tersebut dapat menarik minat masyarakat sekaligus menjadi ruang yang mendukung pelaku usaha kuliner.
“Untuk tahap awal, kami ingin melihat terlebih dahulu bagaimana minat masyarakat terhadap kawasan tersebut. Saat ini masih dalam tahap persiapan dan mudah-mudahan sudah bisa mulai berjalan,” ujarnya.
Dispar Kukar melihat potensi Pujasera tidak hanya dari sisi kuliner. Kawasan tersebut juga dapat dikembangkan menjadi ruang aktivitas masyarakat dengan menghadirkan berbagai kegiatan pendukung.
Salah satunya melalui pemanfaatan area panggung yang dapat digunakan komunitas maupun masyarakat untuk menggelar berbagai aktivitas.
Konsep tersebut diharapkan membuat kunjungan ke Pujasera tidak berhenti pada aktivitas makan dan minum. Pengunjung juga memiliki alasan lain untuk datang, menikmati suasana, sekaligus mengikuti kegiatan yang berlangsung di kawasan tersebut.
Untuk mewujudkan konsep itu, kolaborasi berbagai pihak menjadi salah satu kunci pengembangan Pujasera. Dispar Kukar mendorong keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat.
“Kami berharap ada kolaborasi antar-OPD untuk mendorong dan meramaikan kawasan Pujasera tersebut,” jelasnya.
Jika aktivitas kuliner dan berbagai kegiatan masyarakat dapat berjalan beriringan, Pujasera berpeluang menjadi salah satu ruang publik yang lebih hidup di pusat Kota Tenggarong.
Ke depan, kawasan ini diharapkan bukan hanya menjadi tempat untuk mencari makanan, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata di Kota Raja. Kehadiran beragam kuliner, aktivitas komunitas, serta suasana kawasan yang semakin ramai dapat menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Kalau Pujasera semakin ramai, tentu akan menjadi salah satu ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mengembangkan sektor kuliner,” tandas Awang Ivan. (Adv/Disparkukar/M/H)









