Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Ramainya kunjungan wisatawan belum menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan pariwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar juga ingin wisatawan tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di daerah agar aktivitas pariwisata turut menggerakkan perekonomian masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan tetap menjadi salah satu indikator kinerja utama (IKU) yang harus dicapai. Namun, upaya tersebut perlu diikuti inovasi agar wisatawan memiliki lebih banyak kegiatan selama berada di Kukar.
“Yang kita harapkan bukan hanya jumlah kunjungannya yang meningkat. Selama berada di Kukar, wisatawan juga menghabiskan waktu lebih lama dan membelanjakan uangnya di daerah,” ujar Awang, Jumat (30/10/2026).
Salah satu upaya yang didorong adalah pengembangan wisata terpadu dengan menghubungkan sejumlah destinasi yang memiliki daya tarik berbeda. Wisatawan, misalnya, dapat menikmati wisata sejarah dan budaya di Tenggarong sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan ulu atau Danau Semayang.
Pola perjalanan tersebut diharapkan memberi lebih banyak pilihan aktivitas sehingga wisatawan tidak hanya mendatangi satu objek wisata.
Selain destinasi, aktivitas ekonomi pendukung seperti usaha kuliner, penjualan suvenir, UMKM, dan jasa pariwisata juga menjadi bagian penting dalam konsep tersebut. Semakin beragam aktivitas yang tersedia, semakin besar peluang pelaku usaha lokal untuk memperoleh manfaat dari kunjungan wisatawan.
Untuk mendukung pengembangan itu, Dispar Kukar juga mendorong komunikasi dengan biro perjalanan dan asosiasi pelaku pariwisata agar perjalanan wisata dapat menghubungkan lebih banyak destinasi.
Awang mengatakan, inovasi tetap diperlukan untuk mencapai target kunjungan sekaligus mendorong wisatawan beraktivitas lebih lama di Kukar.
“Karena kita harus mengejar target tersebut, otomatis kita harus terus melakukan berbagai inovasi untuk mendatangkan wisatawan ke Kutai Kartanegara,” katanya.
Melalui pengembangan wisata terpadu, Dispar Kukar berharap pariwisata tidak hanya meningkatkan angka kunjungan, tetapi juga membuka peluang perputaran ekonomi yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal. (adv/disparkukar/m/h)









