Dispar Kukar Siapkan Revitalisasi Destinasi Wisata yang Mulai Sepi, Daya Tarik hingga Pengelolaan Jadi Evaluasi

Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Menghidupkan kembali destinasi wisata yang mulai kehilangan pengunjung menjadi salah satu fokus Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Melalui evaluasi menyeluruh, Dispar Kukar menyiapkan langkah revitalisasi agar destinasi wisata kembali menarik, nyaman, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Upaya tersebut dilakukan dengan melihat berbagai aspek yang memengaruhi perkembangan destinasi wisata. Tidak hanya kondisi bangunan dan fasilitas, tetapi juga kualitas pengelolaan, daya tarik wisata, hingga kesesuaian dengan kebutuhan wisatawan saat ini.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dispar Kukar, Sadli, mengatakan destinasi yang sebelumnya ramai dikunjungi tetap memiliki peluang untuk dikembangkan kembali. Namun, diperlukan evaluasi agar pembenahan yang dilakukan benar-benar menyentuh persoalan utama.

“Destinasi yang sebelumnya pernah ramai tentu bisa kita evaluasi kembali apabila kunjungannya menurun, fasilitasnya mulai rusak, pengelolaannya kurang optimal atau daya tariknya sudah tidak sesuai dengan kebutuhan wisatawan sekarang,” kata Sadli, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, revitalisasi tidak harus selalu dilakukan melalui pembangunan besar-besaran. Dispar Kukar lebih mengutamakan pembenahan berdasarkan kebutuhan dan potensi masing-masing destinasi, sehingga anggaran dan upaya pengembangan dapat lebih tepat sasaran.

Langkah tersebut bisa berupa perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan, penataan kawasan wisata, peningkatan kualitas pelayanan, hingga menghadirkan atraksi baru yang mampu memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

“Revitalisasi tidak selalu berarti membangun semuanya dari awal. Bisa saja cukup dengan pembenahan fasilitas, penataan kawasan, peningkatan pengelolaan atau menambah atraksi baru,” jelasnya.

Sadli menyebutkan, terdapat sejumlah indikator yang menjadi perhatian dalam menentukan prioritas pengembangan. Di antaranya kondisi fasilitas, tren kunjungan wisatawan, potensi daya tarik, aksesibilitas, serta ketersediaan infrastruktur pendukung.

Selain itu, aspek kebersihan, keamanan dan kenyamanan juga menjadi bagian penting. Sebab, destinasi wisata yang memiliki fasilitas memadai harus didukung lingkungan yang terawat agar mampu memberikan kesan positif bagi wisatawan.

Dispar Kukar juga memastikan pengembangan destinasi tidak menghilangkan karakter lokal yang menjadi identitas kawasan. Nilai sejarah, budaya, serta potensi ekonomi masyarakat sekitar tetap menjadi pertimbangan dalam setiap rencana revitalisasi.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan pariwisata diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga mampu membuka peluang usaha dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Pembenahan juga akan menyentuh aspek nonfisik, seperti peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola, penataan aktivitas usaha di kawasan wisata, pengembangan atraksi, serta penguatan promosi dan pemasaran.

Menurut Sadli, seluruh aspek tersebut harus berjalan beriringan. Destinasi yang menarik secara visual belum tentu mampu mempertahankan kunjungan apabila tidak didukung pengelolaan yang baik dan aktivitas wisata yang berkelanjutan.

“Tujuannya bukan sekadar membuat destinasi terlihat lebih bagus. Yang ingin kita hidupkan kembali adalah fungsi wisatanya secara menyeluruh, dari fasilitas, pengelolaan, atraksi, promosi sampai keterlibatan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui evaluasi dan rencana revitalisasi ini, Dispar Kukar berharap destinasi wisata yang mulai mengalami penurunan kunjungan dapat kembali berkembang. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan sektor pariwisata daerah agar semakin berdaya saing, berkarakter lokal, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Kartanegara. (adv/disparkukar/m/h)

Pos terkait