Dispar Kukar Buka Pintu Investasi, Ajak Swasta dan Masyarakat Bersama Kembangkan Wisata Daerah

Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus diarahkan agar semakin maju, berdaya saing, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Salah satu langkah yang didorong Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar adalah memperkuat kolaborasi dengan pihak swasta, BUMN, BUMD, hingga kelompok masyarakat.

Melalui skema kemitraan lintas sektor, Dispar Kukar membuka peluang bagi investor dan pelaku usaha untuk turut mengambil bagian dalam pengembangan destinasi wisata. Langkah ini menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas fasilitas, menghadirkan atraksi wisata baru, sekaligus memperluas promosi potensi wisata daerah.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dispar Kukar, Sadli, menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata membutuhkan dukungan bersama. Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri, terutama dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan dan pengembangan infrastruktur destinasi.

“Pengembangan pariwisata membutuhkan dukungan berbagai pihak. Kemitraan dengan pihak swasta maupun komunitas menjadi solusi strategis untuk memperluas sumber dukungan pembangunan,” ujar Sadli, Kamis (20/8/2026).

Ia menjelaskan, peluang kerja sama yang ditawarkan cukup beragam. Perusahaan swasta, BUMN, maupun BUMD dapat berkontribusi melalui investasi fasilitas wisata, pembangunan wahana, pengelolaan usaha, hingga promosi dan penciptaan produk wisata baru.

Skema kemitraan juga akan disesuaikan dengan potensi masing-masing destinasi. Dengan demikian, pengembangan wisata tidak dilakukan secara seragam, melainkan mempertimbangkan karakteristik, keunggulan, serta peluang ekonomi yang dimiliki setiap kawasan.

“Kerja samanya sangat dinamis. Bisa berbentuk pengelolaan fasilitas dan usaha, investasi wahana baru, pemanfaatan aset daerah sesuai aturan perundang-undangan, hingga kemitraan berbasis masyarakat bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) lokal,” jelasnya.

Tidak hanya menyasar investor berskala besar, Dispar Kukar juga memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk terlibat aktif. Keberadaan Pokdarwis dinilai menjadi salah satu elemen penting dalam membangun pengelolaan destinasi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat peran masyarakat sebagai pelaku utama pariwisata.

Meski membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mitra investasi, pemerintah daerah tetap memastikan setiap bentuk kerja sama berjalan sesuai regulasi. Dispar Kukar akan menjalankan fungsi pembinaan, pengawasan, serta fasilitasi agar pengembangan destinasi tetap sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

Sadli menegaskan, keberhasilan investasi pariwisata tidak semata-mata diukur dari bertambahnya fasilitas atau meningkatnya aktivitas bisnis. Lebih dari itu, kehadiran investor harus mampu menciptakan efek ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

“Prinsip utamanya adalah setiap pengembangan yang dilakukan oleh mitra wajib membawa manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar serta sejalan dengan kebijakan pembangunan daerah,” tegasnya.

Melalui penguatan kemitraan tersebut, Dispar Kukar berharap semakin banyak potensi wisata daerah yang dapat dikembangkan secara optimal. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan menjadi penggerak tumbuhnya destinasi wisata yang lebih berkualitas, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat perekonomian lokal.

Dengan dukungan berbagai pihak, sektor pariwisata Kukar diharapkan tidak hanya menjadi daya tarik kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (adv/disparkukar/m/h)

Pos terkait