Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA, 27 Oktober 2026 – Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai menyiapkan pengembangan wisata berbasis edukasi untuk memperluas daya tarik pariwisata desa. Program ini dirancang menjadi pelengkap wisata alam Puncak Bukit Biru yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di wilayah tersebut.
Ketua Pokdarwis Dewi Arum, Dedi, mengatakan Desa Sumber Sari memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata dengan beragam pengalaman. Tidak hanya menawarkan panorama alam, desa tersebut juga memiliki potensi pertanian, peternakan, perikanan, hingga budaya lokal yang dapat diperkenalkan kepada wisatawan.
“Potensi yang dimiliki Desa Sumber Sari cukup banyak. Kami ingin mengembangkan wisata yang tidak hanya menawarkan pemandangan alam, tetapi juga memberikan pengalaman edukasi kepada pengunjung, terutama mengenai pertanian, peternakan, dan perikanan,” kata Dedi.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah membangun pusat pertanian terpadu di depan kantor desa. Kawasan tersebut nantinya diarahkan menjadi lokasi edukasi bagi pengunjung untuk mengenal berbagai jenis tanaman sekaligus melihat proses budidaya yang dilakukan masyarakat.
“Salah satu yang kami rencanakan adalah pusat pertanian terpadu di depan kantor desa. Nantinya, pengunjung bisa melihat langsung kegiatan budidaya tanaman sekaligus mengenal potensi pertanian yang dikembangkan masyarakat,” jelasnya.
Dedi menyebutkan, persiapan pengembangan wisata edukasi tersebut sebenarnya sudah dilakukan. Bahkan, beberapa fasilitas pendukung telah tersedia untuk menunjang rencana tersebut. Namun, pelaksanaannya belum dapat dilanjutkan karena terkendala efisiensi anggaran serta kondisi cuaca yang kurang mendukung.
“Untuk persiapannya sebenarnya sudah berjalan dan beberapa fasilitas pendukung juga sudah tersedia. Namun, pelaksanaannya masih tertunda karena efisiensi anggaran dan kondisi cuaca yang belum mendukung,” ungkapnya.
Meski mengalami penundaan, Pokdarwis Dewi Arum tetap berharap rencana tersebut dapat direalisasikan secara bertahap. Kehadiran wisata edukasi dinilai bisa memberikan pilihan aktivitas yang lebih luas, terutama bagi keluarga, pelajar, maupun rombongan yang ingin memperoleh pengalaman belajar di lingkungan pedesaan.
Selain menjadi sarana pembelajaran, konsep tersebut juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Produk pertanian, peternakan, dan perikanan warga dapat diperkenalkan secara langsung kepada pengunjung sehingga memiliki kesempatan pemasaran yang lebih luas.
“Kami berharap pengembangan wisata edukasi ini nantinya bisa melibatkan masyarakat secara langsung. Hasil pertanian, peternakan, maupun perikanan warga bisa diperkenalkan kepada pengunjung dan memiliki nilai tambah melalui kegiatan pariwisata,” tuturnya.
Keterlibatan masyarakat juga diharapkan tidak terbatas pada penyediaan hasil produksi. Warga dapat mengambil bagian melalui usaha kuliner, penyediaan produk lokal, jasa pemandu, hingga kegiatan edukasi sesuai keahlian masing-masing.
Menurut Dedi, pengembangan wisata berbasis potensi desa membutuhkan persiapan dan pengelolaan yang terarah. Fasilitas yang disediakan harus disesuaikan dengan aktivitas yang ditawarkan agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang nyaman sekaligus memperoleh pengetahuan baru.
“Harapan kami, Desa Sumber Sari memiliki pilihan wisata yang lebih lengkap. Jadi, pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati Bukit Biru, tetapi juga bisa mendapatkan pengalaman belajar dan mengenal potensi desa,” tuturnya.
Melalui pengembangan tersebut, Desa Sumber Sari diharapkan mampu membangun identitas sebagai desa wisata dengan beragam pilihan destinasi. (adv/disparkukar/m/h)









