Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dewi Arum menyiapkan sejumlah rencana pembenahan fasilitas Puncak Bukit Biru di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pada 2027, pengembangan diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan dari berbagai kelompok usia.
Ketua Pokdarwis Dewi Arum, Dedi, mengatakan pihaknya ingin menjadikan Bukit Biru sebagai destinasi yang dapat dinikmati lebih banyak kalangan. Tidak hanya anak muda, tetapi juga keluarga yang membawa anak-anak hingga pengunjung lanjut usia.
“Harapannya, Bukit Biru bisa dinikmati semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang tua,” kata Dedi, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan peningkatan fasilitas yang menunjang kenyamanan pengunjung. Pembenahan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan wisatawan serta kemampuan pengelola dalam menyediakan sarana pendukung.
“Pada 2027, kami berharap ada peningkatan fasilitas di Bukit Biru. Kami ingin kawasan ini semakin tertata dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang datang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengembangan fasilitas tidak bisa dilakukan sekaligus. Pengelola perlu menentukan skala prioritas agar sarana yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi wisatawan.
“Pembenahan akan kami lakukan secara bertahap dengan melihat fasilitas apa yang paling dibutuhkan pengunjung. Kami juga menyesuaikan dengan kemampuan pengelola agar pengembangannya bisa berjalan berkelanjutan,” jelasnya.
Selain pembenahan sarana fisik, kualitas pelayanan dan penataan kawasan juga menjadi perhatian. Pengelola ingin memastikan wisatawan mendapatkan pengalaman berkunjung yang nyaman, baik ketika menikmati panorama alam maupun saat melakukan aktivitas wisata lainnya.
Di sisi lain, Pokdarwis Dewi Arum juga berupaya memperluas daya tarik pariwisata Desa Sumber Sari melalui pengembangan wisata edukasi. Potensi pertanian, peternakan, dan perikanan setempat dinilai dapat dikembangkan menjadi kegiatan wisata yang memberikan pengalaman belajar kepada pengunjung.
“Kami juga ingin mengembangkan potensi wisata lainnya di Desa Sumber Sari. Ada pertanian, peternakan, dan perikanan yang bisa dikemas menjadi wisata edukasi sehingga pengunjung memiliki pilihan kegiatan yang lebih beragam,” ungkap Dedi.
Pengembangan destinasi juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat. Pokdarwis membuka peluang keterlibatan warga melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk usaha kuliner dan kedai kopi di kawasan wisata.
“Kami berharap masyarakat juga bisa ikut mengambil bagian dalam pengembangan wisata. Peluang usaha seperti kuliner dan kedai kopi bisa menjadi tambahan daya tarik sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” tambahnya.
Dedi menyadari bahwa pengembangan Bukit Biru membutuhkan dukungan berbagai pihak. Sinergi antara pengelola, pemerintah desa, instansi terkait, dan masyarakat diperlukan agar rencana pembenahan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan kemampuan yang tersedia.
“Tentu kami tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan pemerintah desa, instansi terkait, dan masyarakat sangat diperlukan agar rencana pengembangan Bukit Biru bisa terealisasi secara bertahap,” tuturnya.
Melalui target pengembangan pada 2027, Pokdarwis Dewi Arum berharap Bukit Biru semakin memiliki daya tarik bagi berbagai segmen wisatawan. (adv/disparkukar/m/h)









