Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman, meminta para Ketua RT tidak memaksakan warga yang kurang mampu untuk membayar sumbangan dalam kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Taufik menyikapi viralnya percakapan di media sosial terkait seorang warga yang mengaku tidak mampu membayar sumbangan Rp100 ribu untuk kegiatan lomba 17 Agustus di lingkungan tempat tinggalnya.
Dalam percakapan yang beredar, warga tersebut meminta keringanan dengan menawarkan pembayaran Rp30 ribu. Namun, anaknya disebut tidak diperbolehkan mengikuti perlombaan apabila sumbangan tidak dibayarkan sesuai nominal yang ditentukan.
Menurut Taufik, kegiatan perayaan kemerdekaan seharusnya menjadi momentum kebersamaan seluruh warga. Karena itu, kondisi ekonomi tidak boleh menjadi alasan seseorang maupun anak-anaknya kehilangan kesempatan untuk ikut merayakan HUT Kemerdekaan RI.
“Seharusnya Ketua RT bisa menjadi panutan untuk warganya. Kalau ada warga yang kesusahan, seharusnya dibantu. Warga yang tidak mampu diperhatikan dan diperjuangkan melalui program-program pemerintah,” ujar Taufik, Rabu (12/8/2026)
Ia menilai Ketua RT memiliki peran penting sebagai perpanjangan tangan pemerintah di tingkat lingkungan. Dengan posisi tersebut, RT semestinya mampu mengetahui kondisi warganya dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Taufik juga mengingatkan agar kegiatan lingkungan tidak dilakukan dengan cara yang berpotensi menimbulkan intimidasi atau diskriminasi terhadap warga.
“Jangan sampai warga yang susah justru dipaksa. Kalau memang ada kegiatan, seharusnya dicari solusi lain tanpa membebani warga yang tidak mampu,” tegasnya.
Ia menyebutkan, Ketua RT di Balikpapan juga mendapatkan dukungan operasional dari pemerintah kota sekitar Rp1,5 juta per bulan. Karena itu, menurutnya, pengurus RT harus mampu mengelola dukungan tersebut secara baik dan tidak menjadikan warga sebagai satu-satunya sumber pembiayaan kegiatan.
Lebih lanjut, Taufik meminta seluruh Ketua RT di Kota Balikpapan mengedepankan semangat gotong royong dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk perayaan HUT Kemerdekaan RI.
Menurutnya, warga yang mampu dapat berkontribusi sesuai kesanggupan, sementara warga yang tidak mampu tidak seharusnya dipaksa untuk membayar dengan nominal tertentu.
“Jangan pernah memaksakan warga. Kemerdekaan harus dirasakan oleh seluruh masyarakat. Jangan sampai kegiatan untuk merayakan kemerdekaan justru membuat warga yang tidak mampu merasa terbebani,” pungkasnya. (Adv)









