Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Persoalan banjir dan kerusakan infrastruktur masih menjadi keluhan utama masyarakat di wilayah Balikpapan Timur. Kondisi tersebut mencuat dalam agenda Reses Masa Sidang II Tahun 2025/2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Balikpapan, Sufyan Jupri, saat bertemu langsung dengan warga di daerah pemilihannya.
Kegiatan reses yang berlangsung dalam suasana dialog interaktif itu turut melibatkan unsur pemerintah daerah serta aparat keamanan setempat. Forum tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan lingkungan yang dinilai hingga kini belum mendapatkan penanganan optimal.
Dalam sambutannya, Sufyan Jupri menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda formalitas kelembagaan, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan konstitusional anggota dewan terhadap masyarakat.
“Reses ini bukan kegiatan seremonial semata. Kami turun langsung agar dapat mendengar sendiri persoalan masyarakat dan memastikan setiap aspirasi benar-benar diperjuangkan di parlemen,” ujar Sufyan Jupri.
Keluhan warga didominasi persoalan banjir yang disebut semakin sering terjadi setelah adanya perbaikan jembatan di kawasan setempat. Warga menilai aliran air menjadi terhambat akibat saluran drainase dan parit tertutup material longsor sehingga memicu genangan hingga ke permukiman.
Masyarakat pun meminta pemerintah melanjutkan pembangunan siring sungai sebagai langkah antisipasi luapan air yang lebih besar saat hujan deras.
Selain itu, kondisi jalan lingkungan turut menjadi perhatian serius warga. Beberapa ruas jalan disebut mulai mengalami kerusakan pada bagian bawah badan jalan sehingga berpotensi amblas ketika dilintasi kendaraan berat. Warga juga mengusulkan peninggian jalan di sejumlah gang yang rawan tergenang air.
Tak hanya infrastruktur jalan, masyarakat juga menyoroti minimnya fasilitas umum. Sejumlah titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dilaporkan mati sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan lingkungan pada malam hari. Warga meminta adanya perbaikan sekaligus penambahan titik PJU baru.
Di sektor kesehatan lingkungan, warga turut mengusulkan bantuan pembangunan Posyandu guna menunjang pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Sufyan Jupri memastikan seluruh usulan warga akan menjadi perhatian serius DPRD Kota Balikpapan dan dikawal dalam pembahasan program pembangunan daerah.
“Menyikapi kompleksitas persoalan infrastruktur dan fasilitas dasar ini, kami di DPRD Kota Balikpapan tidak akan tinggal diam. Aspirasi terkait mitigasi banjir, perbaikan jalan lingkungan yang rawan amblas, hingga pemenuhan PJU dan Posyandu ini adalah kebutuhan vital warga yang akan kami kawal ketat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh hasil reses akan dirumuskan dalam dokumen pokok-pokok pikiran dewan untuk kemudian didorong menjadi prioritas penganggaran Pemerintah Kota Balikpapan pada tahun anggaran mendatang.
“Seluruh masukan masyarakat akan kami susun dalam laporan resmi hasil reses dan kami perjuangkan agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan riil warga Balikpapan Timur,” tutup Sufyan Jupri. (Jer/H)









