Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Komisi IV DPRD Kota Balikpapan menggelar agenda reses di wilayah Balikpapan Tengah pada Rabu, 30 April 2026. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara legislatif, warga, serta perwakilan kelurahan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membahas langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, anggota Komisi IV menegaskan pentingnya membangun budaya tertib administrasi melalui program komunitas “Aku Cinta Arsip”. Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam mengelola dokumen sejak dari rumah tangga merupakan fondasi penting bagi pembangunan peradaban.
“Melalui komunitas Aku Cinta Arsip, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa dokumen yang dimiliki hari ini adalah warisan berharga bagi generasi mendatang, sehingga harus dikelola secara baik dan profesional,” ujarnya.
Salah satunya terkait keterbatasan fasilitas di Puskesmas Gunung Sari Ulu, terutama akses jalan dan kapasitas parkir yang dinilai tidak lagi memadai.
“Kami berharap ada perhatian serius terhadap akses jalan dan parkir di Puskesmas Gunung Sari Ulu, karena saat ini sudah sangat terbatas dan menyulitkan pasien,” ungkap salah satu warga.
Selain itu, warga juga mendorong penguatan implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) agar tidak hanya mencakup KTP dan Kartu Keluarga, tetapi juga dokumen penting lainnya seperti SIM.
“Kalau bisa IKD ini dikembangkan, bukan hanya KTP dan KK, tapi juga mencakup SIM dan dokumen lain agar lebih praktis,” kata warga lainnya.
Isu ketenagakerjaan turut menjadi perhatian, khususnya bagi lulusan SMA yang belum terserap dunia kerja. Warga berharap adanya optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan keterampilan generasi muda.
Menanggapi hal tersebut, pihak Komisi IV memastikan seluruh aspirasi akan ditindaklanjuti dan dimasukkan dalam perencanaan pembangunan daerah. Selain itu, mereka juga menawarkan solusi konkret melalui program magang dan pelatihan teknis di Dinas Arsip dan Perpustakaan.
“Kami mencatat seluruh aspirasi masyarakat dan akan mengintegrasikannya dalam perencanaan daerah. Untuk menekan pengangguran, kami dorong program magang dan pelatihan teknis, khususnya di bidang kearsipan, agar anak muda memiliki keterampilan yang siap bersaing,” jelasnya.
Di akhir kegiatan, Komisi IV menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Sinergi antara peningkatan infrastruktur kesehatan, digitalisasi identitas melalui IKD, dan pengembangan sumber daya manusia harus berjalan beriringan demi kesejahteraan warga Balikpapan Tengah,” pungkasnya. (Jer/H)









