Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, kembali turun langsung ke tengah masyarakat dalam agenda reses yang digelar pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi warga sekaligus mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di lingkungan permukiman.
Dalam pertemuan yang berlangsung interaktif tersebut, warga dari berbagai latar belakang mulai dari tokoh masyarakat hingga pengemudi ojek menyampaikan sejumlah keluhan utama terkait infrastruktur dasar. Permasalahan drainase yang tidak berfungsi optimal menjadi isu dominan, terutama saat curah hujan tinggi yang kerap memicu genangan air.
Selain itu, warga juga menyoroti keterbatasan akses air bersih yang belum merata serta kebutuhan mendesak akan fasilitas tempat pembuangan sampah (TPS) yang layak. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Budiono mengaku prihatin atas kondisi yang disampaikan warga. Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang diterima dalam agenda reses akan menjadi prioritas untuk diperjuangkan dalam forum resmi DPRD.
“Saya sangat prihatin mendengar langsung permasalahan drainase dan air bersih yang masih menjadi kendala bagi bapak dan ibu sekalian. Aspirasi ini adalah amanah bagi saya,” ujar Budiono.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti keluhan tersebut dengan berkoordinasi bersama pemerintah kota dan dinas terkait.
“Kami akan mendorong pemerintah kota agar segera mengambil langkah konkret di lapangan, karena pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tidak bisa ditunda-tunda lagi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Budiono menekankan pentingnya pengawalan terhadap setiap usulan pembangunan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami tidak ingin aspirasi ini berhenti di catatan saja. Harus ada tindak lanjut nyata, dan saya akan kawal langsung agar dinas teknis segera turun melakukan peninjauan,” tambahnya.
Agenda reses ini pun diakhiri dengan harapan warga agar sinergi antara legislatif dan pemerintah kota dapat segera menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan lingkungan yang telah berlangsung lama. Kehadiran pimpinan DPRD di tengah masyarakat turut diapresiasi sebagai bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran di daerah. (Jer/H)









