Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk perbaikan Jembatan Muara Rapak yang berada di kawasan lampu merah Plaza Muara Rapak atau Ramayana. Pekerjaan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2027 sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas infrastruktur sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, mengatakan perbaikan jembatan tersebut telah masuk dalam rencana pembangunan pemerintah daerah. Menurutnya, keberadaan Jembatan Muara Rapak sangat vital karena menjadi salah satu jalur utama yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan.
“Untuk Jembatan Muara Rapak telah dialokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar dan direncanakan akan dikerjakan pada tahun 2027. Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga kondisi infrastruktur agar tetap layak dan aman digunakan masyarakat,” ujar Yusri kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, Komisi III DPRD Kota Balikpapan akan mengawal seluruh tahapan pelaksanaan proyek tersebut, mulai dari proses perencanaan, penganggaran, hingga pengerjaan di lapangan. Menurutnya, pengawasan perlu dilakukan agar anggaran yang telah disiapkan benar-benar menghasilkan pembangunan yang berkualitas.
“Kami di Komisi III tentu akan mengawasi pelaksanaannya. Jangan sampai anggaran yang sudah dialokasikan cukup besar ini tidak menghasilkan pekerjaan yang maksimal. Perencanaan harus matang dan pelaksanaannya juga harus sesuai dengan spesifikasi teknis,” katanya.
Yusri menambahkan, Jembatan Muara Rapak memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat maupun aktivitas ekonomi. Karena itu, kondisi jembatan harus terus dipelihara agar tetap mampu menampung tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari.
“Jembatan ini merupakan salah satu akses penting di Balikpapan. Arus kendaraan di kawasan Muara Rapak sangat padat, sehingga kondisi jembatan harus selalu terjaga demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran lalu lintas,” ucapnya.
Selain memperbaiki kondisi fisik jembatan, proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berkendara. Infrastruktur yang baik juga dinilai dapat memperlancar distribusi barang dan jasa serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Yusri berharap seluruh proses pekerjaan nantinya dilakukan secara profesional dengan memperhatikan kualitas konstruksi sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Harapan kami, proyek ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga menghasilkan jembatan yang lebih kuat, lebih aman, dan bisa digunakan masyarakat dalam waktu yang lama. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama,” tutupnya.









