Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Penanganan banjir kembali menjadi fokus utama DPRD Kota Balikpapan dalam pembahasan rencana pembangunan infrastruktur tahun 2027. Dari total anggaran infrastruktur yang direncanakan mencapai Rp519,276 miliar, porsi terbesar akan diarahkan untuk sektor sumber daya air (SDA) dan drainase sebagai upaya mempercepat pengendalian banjir di berbagai wilayah kota.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menegaskan bahwa persoalan banjir masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan mengingat dampaknya yang cukup besar terhadap aktivitas masyarakat dan pembangunan kota.
“Prioritas utama tetap masalah banjir. Kami meminta Dinas PU melakukan mitigasi dan penyelesaian secepatnya. Balikpapan sebagai beranda Ibu Kota Nusantara harus mampu memberikan kenyamanan, termasuk bebas dari gangguan banjir yang dapat menghambat aktivitas masyarakat maupun tamu yang datang ke kota ini,” ujar Yusri kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).
Menurut Yusri, dukungan anggaran yang besar pada sektor SDA dan drainase menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mencari solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan terhadap persoalan banjir yang selama ini masih terjadi di sejumlah kawasan.
Salah satu program yang akan dijalankan adalah pembebasan lahan di kawasan hulu Sungai Ampal pada 2027. Langkah tersebut bertujuan memperlebar alur sungai agar kapasitas tampung dan aliran air meningkat sehingga risiko genangan saat hujan deras dapat ditekan.
Selain penanganan banjir, anggaran infrastruktur juga akan digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan, pembangunan gedung pemerintahan, serta pembangunan trotoar. Namun demikian, DPRD menegaskan bahwa pengendalian banjir tetap menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan kenyamanan, keselamatan, dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Komisi III DPRD Kota Balikpapan berharap seluruh program penanganan banjir yang telah direncanakan dapat direalisasikan tepat waktu sehingga memberikan dampak nyata dalam mengurangi titik-titik rawan banjir dan mendukung perkembangan Balikpapan sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara. (*)









