Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA — Menikmati Danau Siran tak lagi sekadar soal memandang hamparan air dan menyusuri tepian menggunakan kano. Pengelola wisata kini menyiapkan pengalaman baru yang memungkinkan wisatawan menikmati kawasan danau dengan cara yang lebih aktif dan berbeda.
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Danau Siran, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berencana menghadirkan pedalboard sebagai tambahan wahana rekreasi air. Inovasi tersebut disiapkan untuk memperkaya pilihan aktivitas wisata sekaligus membuat pengalaman berkunjung ke Danau Siran semakin beragam.
Rencana pengadaan wahana ini dilakukan melalui kolaborasi Pokdarwis Danau Siran bersama PT Bara Tabang. Kehadiran pedalboard nantinya diharapkan menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana danau tidak hanya dari tepian, tetapi juga dari kawasan perairan yang lebih terbuka.
Ketua Pokdarwis Danau Siran, Heri Fadil, mengatakan penambahan wahana menjadi bagian dari upaya pengelola untuk terus melakukan pengembangan terhadap destinasi wisata tersebut.
“Ini tujuan kami untuk melakukan penambahan sarana rekreasi baru untuk meningkatkan pengalaman para wisatawan,” kata Heri, Rabu (19/8/2026).
Selama ini, kano menjadi salah satu wahana utama yang digunakan wisatawan. Dengan kano, pengunjung dapat menyusuri tepian Danau Siran sambil menikmati suasana alam di sekitarnya.
Namun, pengelola melihat masih ada ruang untuk menghadirkan aktivitas baru. Wisatawan diharapkan memiliki lebih banyak pilihan kegiatan sehingga kunjungan ke Danau Siran tidak berhenti pada satu pengalaman saja.
“Untuk saat ini, kita baru memiliki kano sebagai sarana utama wahana bermain pengunjung di sekitaran danau. Pengunjung bisa menyusuri tepi danau menggunakan kano tersebut,” ujarnya.
Konsep pedalboard nantinya akan memberikan sensasi yang berbeda. Wahana ini dirancang agar wisatawan dapat menikmati kawasan perairan secara lebih leluasa, termasuk menjelajah bagian tengah danau dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan.
“Jika kano lebih banyak difungsikan untuk menyusuri tepian, papan pedal ini dirancang khusus untuk membawa pengunjung menjelajahi area tengah danau secara aman,” tuturnya.
Bagi pengelola, pengembangan wahana air bukan sekadar menambah fasilitas. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membaca kebutuhan dan minat wisatawan yang semakin beragam, khususnya terhadap aktivitas wisata berbasis alam dan perairan.
Dengan karakter Danau Siran yang memiliki kawasan perairan dan panorama alam sebagai daya tarik utama, kehadiran wahana baru diharapkan dapat memperkuat identitas destinasi sekaligus memberikan alasan bagi wisatawan untuk menghabiskan waktu lebih lama di kawasan tersebut.
Meski demikian, pedalboard saat ini masih dalam tahap koordinasi. Pengadaan wahana masih menunggu proses perizinan serta persetujuan internal dari pihak PT Bara Tabang sebagai mitra dalam pengembangan fasilitas tersebut.
“Insya Allah, kalau memang betul-betul disetujui sama atasannya PT Bara Tabang, kita mau adakan papan pedalboard itu. Jadi nanti bertambah satu destinasi arena bermain baru di tengah danau,” kata Heri.
Jika rencana tersebut terealisasi, pedalboard akan menjadi tambahan warna baru dalam pengalaman wisata di Danau Siran. Wisatawan nantinya tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga dapat merasakan langsung suasana perairan melalui aktivitas rekreasi yang lebih interaktif.
Pengembangan ini sekaligus menunjukkan upaya pengelola untuk menjaga agar Danau Siran terus memiliki daya tarik baru, sehingga destinasi wisata berbasis alam tersebut dapat berkembang mengikuti kebutuhan dan ekspektasi wisatawan. (adv/disparkukar/m/h)









