Festival Batu Bumbun Bersiap Masuk Kalender Event Budaya Kukar 2027

Mudaetam.com, Kutai Kartanegara – Festival Batu Bumbun di Desa Muara Muntai Ilir, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar), mulai menunjukkan geliat sebagai salah satu agenda budaya yang potensial berkembang lebih besar.

Setelah konsisten dilaksanakan selama tiga tahun, festival yang mengangkat potensi budaya lokal tersebut kini mendapat dorongan untuk masuk dalam kalender event budaya Kabupaten Kukar 2027.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus Dermawan, menyampaikan rencana tersebut saat membuka Festival Batu Bumbun, Senin (31/8/2026).

Menurut Agus, keberlanjutan sebuah festival menjadi salah satu aspek penting dalam upaya menjadikannya sebagai agenda daerah. Karena itu, Dispar Kukar telah berkomunikasi dengan Pemerintah Desa Muara Muntai Ilir dan panitia untuk memastikan festival tersebut dapat terus dikembangkan.

“Ya, kami tadi sudah komunikasi dengan Pak Kades, dengan pihak panitia. Insya Allah, ini nanti kita masukkan ke dalam kalender event budaya di Kukar untuk tahun 2027,” ujarnya.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya Dispar Kukar memperluas ruang bagi berbagai potensi budaya di tingkat desa agar memiliki panggung yang lebih luas. Tidak hanya Festival Batu Bumbun, sejumlah agenda lain juga tengah didorong masuk dalam kalender event budaya Kukar 2027.

Di antaranya Festival Seri Munti dan Festival Seribu Tumpeng yang sebelumnya digelar di Kecamatan Loa Kulu.

“Kita upayakan Festival Seri Munti, Festival Batu Bumbun, termasuk kemarin di Loa Kulu, Festival Seribu Tumpeng, itu masuk kalender event Kutai Kartanegara di 2027,” katanya.

Bagi Dispar Kukar, keberadaan festival desa bukan sekadar menjadi ruang untuk mempertahankan tradisi. Jika dikelola secara berkelanjutan, kegiatan budaya juga dapat berkembang menjadi magnet kunjungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Geliat tersebut terlihat dalam pelaksanaan Festival Batu Bumbun tahun ini. Sebanyak 46 pelaku UMKM ikut ambil bagian, terdiri dari 35 UMKM lokal dan 11 UMKM dari luar daerah.

Antusiasme pelaku usaha bahkan disebut jauh lebih besar. Panitia mencatat lebih dari 70 UMKM berminat berpartisipasi, namun jumlah peserta harus disesuaikan dengan kapasitas lokasi festival.

Tingginya minat tersebut menjadi gambaran bahwa festival berbasis budaya lokal memiliki potensi untuk menciptakan perputaran ekonomi di tengah masyarakat.

Pengunjung tidak hanya datang menikmati rangkaian kegiatan budaya, tetapi juga menjadi pasar bagi berbagai produk lokal, mulai dari kuliner hingga usaha kreatif masyarakat.

“Kita harapkan ekonomi kreatif itu berkembang, terus UMKM juga maju. Saya dengar laporan panitia tadi, kalau tidak dibatasi mungkin sudah penuh lapangan ini,” kata Agus.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat dan pelaku UMKM menjadi sinyal positif bagi perkembangan Festival Batu Bumbun ke depan. Potensi tersebut dinilai perlu terus dijaga agar festival tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi berkembang menjadi bagian dari identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat Muara Muntai.

“Itu menandakan antusias pencinta kuliner juga tinggi di Muara Muntai, artinya UMKM-nya juga maju di tiap tahunnya,” pungkasnya. (Adv/Disparkukar/m/h)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan