Ketua DPRD Balikpapan Ungkap Target PLN Pulihkan Pembangkit Akhir September

Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Balikpapan mendapat perhatian DPRD Kota Balikpapan. Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengungkapkan PLN menargetkan sejumlah pembangkit yang mengalami gangguan dapat kembali beroperasi secara bertahap pada pekan ketiga hingga keempat September 2026.

Alwi mengatakan, informasi tersebut diperoleh setelah dirinya berkoordinasi dengan pihak PLN terkait kondisi kelistrikan yang belakangan kembali mengalami gangguan.

“Sudah saya koordinasi dengan pihak PLN. Mereka menyampaikan kondisi sistem kelistrikan Kalimantan saat ini mengalami gangguan pada sejumlah pembangkit, sehingga kemampuan pasokan listrik belum optimal,” kata Alwi, Senin (14/9/2026).

Sejumlah pembangkit yang mengalami gangguan tersebut di antaranya PLTU Cahaya Fajar Kaltim di Kutai Kartanegara, PLTU Kaltim Prima Coal di Kutai Timur, PLTU Teluk Balikpapan, serta PLTMG Bangkanai.

Menurut Alwi, PLN saat ini terus mengoptimalkan pembangkit yang masih tersedia sembari berkoordinasi dengan pengelola pembangkit untuk mempercepat proses pemulihan dan menambah pasokan daya ke sistem kelistrikan Kalimantan.

Pembangkit yang masih dalam proses pemulihan ditargetkan kembali masuk ke sistem secara bertahap pada pekan ketiga hingga pekan keempat September.

“Pembangkit-pembangkit yang saat ini dalam proses pemulihan ditargetkan segera kembali masuk secara bertahap pada minggu ketiga sampai minggu keempat September 2026,” ujarnya.

Untuk memperkuat pasokan listrik selama proses pemulihan, PLN juga mengupayakan percepatan penambahan sejumlah pembangkit sewa serta pembangkit Batu Licin berkapasitas 10 megawatt (MW).

Pembangkit sewa tahap pertama memiliki total daya 158 MW, sedangkan tahap kedua mencapai 120 MW. Tambahan kapasitas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan daya pada sistem kelistrikan Kalimantan.

Alwi menambahkan, PLN mengerahkan berbagai sumber daya untuk mempercepat pemulihan gangguan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keandalan pembangkit.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diimbau menggunakan listrik secara bijak, khususnya pada periode beban puncak. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya bersama menjaga penggunaan energi tetap efisien selama proses pemulihan sistem berlangsung. (*)

Pos terkait