Kemarau Panjang, Danau Siran Hentikan Sementara Aktivitas Wisata

Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Hamparan perairan yang biasanya menjadi jalur bagi perahu wisatawan di Danau Siran, Desa Muara Siran, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini berubah akibat kemarau panjang.

Menyusutnya debit air membuat akses menuju kawasan danau tidak lagi memungkinkan dilalui perahu. Kondisi tersebut membuat aktivitas wisata di salah satu destinasi alam Kukar itu terpaksa dihentikan sementara.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Muara Siran, Heri Fadil, mengatakan penghentian aktivitas wisata dilakukan demi keamanan pengunjung maupun pengelola. Jalur perairan yang menjadi akses utama menuju kawasan Danau Siran saat ini mengalami penyusutan cukup signifikan.

“Cuaca kemarau membuat debit air di jalur danau menyusut. Nah, terhentilah layanan rekreasi bagi para pengunjung,” ujar Heri, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat perahu wisata tidak dapat beroperasi seperti biasanya. Selain kedalaman air yang semakin berkurang, keberadaan kayu di sejumlah titik jalur perairan juga menjadi kendala tersendiri bagi perahu untuk melintas.

“Ini merupakan kekurangan kita, akses menuju ke danau kering. Tutup total, perahu tidak bisa lewat,” katanya.

Meski sementara waktu harus berhenti menerima wisatawan, pengelola tetap melihat potensi besar yang dimiliki Danau Siran. Sebelum terdampak kemarau, destinasi tersebut justru menunjukkan perkembangan positif dari sisi kunjungan.

Heri menyebut jumlah wisatawan yang datang ke Danau Siran mengalami peningkatan sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menjadi sinyal bahwa minat wisatawan terhadap wisata alam berbasis perairan masih cukup tinggi.

“Kalau kunjungan sebelumnya ada peningkatan sekitar 10 persen dibanding 2025,” ungkapnya.

Bagi pengelola, kondisi kemarau saat ini menjadi bagian dari tantangan dalam mengembangkan wisata berbasis alam. Sebab, keberlangsungan aktivitas wisata di Danau Siran sangat bergantung pada kondisi ekosistem dan ketersediaan air.

Karena itu, pembukaan kembali destinasi belum dapat ditentukan secara pasti. Pengelola masih menunggu perubahan kondisi cuaca dan meningkatnya curah hujan hingga jalur perairan kembali aman untuk dilalui.

“Semuanya itu tergantung dengan curah hujan saja,” kata Heri.

Danau Siran sendiri menjadi salah satu potensi wisata alam yang terus dikembangkan masyarakat Desa Muara Siran. Keberadaan kawasan perairan dan lingkungan alam di sekitarnya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam Kukar.

Pengelola berharap kondisi cuaca segera kembali normal. Dengan meningkatnya debit air, aktivitas wisata di Danau Siran diharapkan dapat kembali berjalan sehingga wisatawan dapat kembali menikmati pesona alam yang ditawarkan kawasan tersebut.

“Kami berharap kondisi perairan kembali normal sehingga aktivitas wisata dapat kembali berjalan dan wisatawan dapat menikmati Danau Siran,” pungkasnya.

(adv/disparkukar/m/h)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan