Homestay Danau Semayang Mulai Layani Wisatawan, Pembenahan Fasilitas Jadi Prioritas

Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Keberadaan homestay menjadi salah satu fasilitas pendukung yang diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata Danau Semayang, Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Penginapan yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dikma Lestari itu kini mulai menerima tamu, meski masih membutuhkan pembenahan sejumlah fasilitas.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengelola untuk tetap memberikan layanan kepada pengunjung yang membutuhkan tempat menginap di sekitar kawasan danau. Namun, keterbatasan fasilitas membuat pelayanan harus disesuaikan dengan kondisi bangunan yang tersedia.

Ketua Pokdarwis Dikma Lestari, Mariatul Husna, mengatakan calon tamu kini dapat menggunakan homestay setelah mendapatkan penjelasan mengenai kondisi fasilitasnya. Dengan begitu, pengunjung dapat mempertimbangkan kebutuhan dan kenyamanan sebelum memutuskan untuk menginap.

“Sekarang kami mulai menerima tamu yang ingin menginap, tetapi kami sampaikan terlebih dahulu kondisi fasilitasnya. Jadi, calon tamu bisa mengetahui keadaan homestay sebelum memutuskan untuk menginap,” ujar Mariatul, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, sebelumnya pengelola cenderung menolak permintaan menginap karena fasilitas dinilai belum memadai. Kini, pendekatan tersebut mulai diubah dengan memberikan informasi secara terbuka kepada calon tamu agar mereka memiliki pilihan sesuai kebutuhan.

Jika kondisi homestay belum sesuai dengan harapan pengunjung, pengelola menyarankan alternatif penginapan di Kota Bangun. Informasi tersebut diharapkan membantu wisatawan merencanakan kunjungan sekaligus memperoleh pilihan akomodasi di sekitar Danau Semayang.

Homestay Dikma Lestari terdiri atas enam bangunan terpisah yang masing-masing memiliki satu kamar. Pembangunannya dimulai sekitar 2023 dan rampung pada 2024. Pada tahun yang sama, pengelola juga menerima sejumlah perlengkapan penunjang, seperti kasur, kulkas, dan kompor.

Meski bangunan dan perlengkapan dasar telah tersedia, pemanfaatannya belum optimal. Salah satu kendala utama adalah kerusakan instalasi air yang menyebabkan pasokan air belum dapat menjangkau kamar-kamar penginapan. Selain itu, kebocoran pada beberapa bagian atap turut membutuhkan penanganan.

“Masalah utamanya masih pada instalasi air. Ada pipa yang bocor atau terputus sehingga air belum bisa mengalir sampai ke kamar. Selain itu, beberapa bagian atap juga mengalami kebocoran dan perlu diperbaiki,” ungkapnya.

Pembenahan kedua aspek tersebut menjadi penting agar homestay dapat berfungsi lebih maksimal sebagai fasilitas pendukung pariwisata. Ketersediaan penginapan yang layak tidak hanya menunjang kenyamanan pengunjung, tetapi juga membuka peluang bagi wisatawan untuk tinggal lebih lama dan menikmati potensi Danau Semayang.

Selama ini, homestay tersebut sesekali telah dimanfaatkan oleh tamu yang memiliki kepentingan pekerjaan di Desa Semayang. Di antaranya tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kutai Kartanegara bersama pihak perusahaan yang melakukan pengambilan sampel air. Fasilitas itu juga pernah digunakan oleh pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mendukung kegiatan di kawasan tersebut.

“Selama ini memang ada tamu yang menggunakan homestay untuk keperluan pekerjaan di Desa Semayang. Namun, pelayanan tetap kami sesuaikan dengan kondisi fasilitas yang tersedia,” katanya.

Mariatul berharap perbaikan instalasi air dan atap dapat segera direalisasikan sehingga pengelolaan homestay semakin optimal. Menurutnya, fasilitas penginapan yang lebih nyaman akan membantu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendukung pengembangan Danau Semayang sebagai destinasi wisata di Kukar.

Dengan pembenahan secara bertahap, homestay di Desa Semayang diharapkan tidak hanya menjadi tempat singgah bagi tamu yang memiliki kepentingan pekerjaan, tetapi juga mampu melayani wisatawan yang ingin menikmati suasana dan potensi alam Danau Semayang lebih lama. (adv/disparkukar/m/h)

Pos terkait