Evaluasi RSIA Sayang Ibu: Komitmen DPRD Balikpapan Pastikan Transparansi dan Mutu Pelayanan Publik

Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menunjukkan keseriusannya dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap proyek strategis daerah. Pada Senin (20/04), dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Balikpapan, Bapak H. Alwi Al Qadri, S.P., jajaran legislatif menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) intensif guna mengevaluasi realisasi pembangunan dan operasional RSIA Sayang Ibu yang berlokasi di Balikpapan Barat.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Gabungan tersebut bukan sekadar seremoni administratif. Kehadiran seluruh Ketua Komisi dan Ketua Fraksi menandakan bahwa isu kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas lintas sektor di parlemen. Rapat ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Balikpapan beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait sebagai representasi dari pihak eksekutif.

Fokus pada Realisasi dan Dampak Masyarakat
Dalam pembukaannya, H. Alwi Al Qadri menekankan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk membedah sejauh mana realisasi fisik dan fungsional RSIA Sayang Ibu telah memenuhi target yang ditetapkan. Sebagai fasilitas kesehatan yang sangat dinantikan oleh warga di Balikpapan Barat, keberadaan rumah sakit ini diharapkan mampu memangkas jarak akses layanan kesehatan bagi masyarakat pesisir dan sekitarnya.

“Fungsi pengawasan DPRD adalah memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran daerah yang dikeluarkan benar-benar bertransformasi menjadi manfaat nyata. Kami ingin memastikan RSIA Sayang Ibu berjalan tepat sasaran, baik dari sisi progres infrastruktur maupun kesiapan sumber daya manusianya,” ujar Alwi dalam sesi diskusi tersebut.

Agenda RDP ini turut menyoroti berbagai kendala teknis dan administratif yang dihadapi selama masa pembangunan. Para anggota legislatif memberikan catatan kritis mengenai pentingnya sinkronisasi antara pemerintah kota dan pengelola di lapangan agar tidak terjadi keterlambatan layanan.

Selain masalah fisik bangunan, kualitas pelayanan publik menjadi poin sentral. DPRD mendorong agar RSIA Sayang Ibu nantinya tidak hanya unggul dalam fasilitas, tetapi juga menjadi model pelayanan kesehatan yang humanis dan responsif. Sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam pertemuan ini mempertegas komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel demi kesejahteraan masyarakat Kota Beriman.

Melalui langkah proaktif ini, DPRD Kota Balikpapan berharap RSIA Sayang Ibu dapat segera beroperasi secara optimal dan menjadi jawaban atas kebutuhan fasilitas kesehatan spesialis yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. (Jer)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan