Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk mengurangi perhatian terhadap sektor pariwisata. Di tengah kebijakan efisiensi, Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar justru mengarahkan strategi pada program-program yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap promosi daerah dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pola tersebut dilakukan dengan menata kembali prioritas kegiatan serta memperkuat kolaborasi bersama pemerintah desa, kecamatan, pelaku wisata, hingga pihak-pihak yang memiliki kepentingan dalam pengembangan pariwisata.
Kabid Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar Awang Ivan Akhmad mengatakan, sejumlah agenda wisata tetap masuk dalam perencanaan karena memiliki nilai strategis bagi promosi Kukar. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah Festival Erau Adat Kutai 2026.
“Kalender pariwisata 2026 sebenarnya sudah kami susun sejak awal tahun. Salah satu agenda besar adalah Festival Erau Adat Kutai yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).
Menurut Ivan, Erau memiliki posisi penting karena kembali tercatat dalam Kalender Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Status tersebut menjadi peluang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kukar kepada khalayak yang lebih luas sekaligus mendorong kunjungan wisatawan.
Persiapan pelaksanaan Erau sendiri telah dilakukan sejak April melalui koordinasi antara Dispar Kukar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Dalam kondisi efisiensi anggaran, dukungan terhadap Erau tetap diberikan melalui skema hibah kepada Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Sementara itu, Dispar Kukar mengambil peran dalam memperkuat aspek promosi agar momentum tersebut tetap memberikan dampak terhadap sektor pariwisata.
“Walaupun dalam kondisi efisiensi anggaran, kami tetap berupaya agar Erau tetap terlaksana karena tahun ini kembali masuk dalam Kalender Event Nusantara Kementerian Pariwisata,” katanya.
Ivan menjelaskan, penyesuaian anggaran memang membuat tidak seluruh agenda dapat berjalan seperti perencanaan awal. Beberapa kegiatan mengalami perubahan, termasuk Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN) yang sebelumnya dijadwalkan pada 2–5 Juli serta Festival Kota Raja yang biasanya menjadi bagian dari rangkaian Erau.
Namun, geliat pariwisata di tingkat masyarakat tetap berlangsung. Sejumlah desa dan kecamatan terus mengembangkan event lokal dengan mengoptimalkan sumber daya serta dukungan dari berbagai pihak.
Salah satunya adalah Festival Srimuntai di Desa Muara Muntai yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Menurut Ivan, pemerintah desa bahkan telah berkoordinasi dengan Dispar Kukar terkait persiapan kegiatan tersebut.
“Bahkan Desa Muara Muntai sudah datang menyampaikan persiapan Festival Srimuntai yang akan digelar bulan Agustus nanti,” ungkapnya.
Dispar Kukar pun berupaya memberikan dukungan sesuai kapasitas yang tersedia. Tidak hanya dalam bentuk promosi, tetapi juga melalui fasilitasi talenta dan komunikasi untuk membantu memperkuat pelaksanaan event di daerah.
“Kami juga berupaya membantu melalui program komunikasi dan penguatan event daerah, misalnya dukungan promosi maupun talenta sesuai kemampuan yang kami miliki,” tuturnya.
Bagi Dispar Kukar, kondisi efisiensi menjadi momentum untuk mengubah pola pengembangan pariwisata agar semakin efektif. Program yang memiliki potensi promosi tinggi dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat menjadi perhatian utama.
Ivan menegaskan, semangat pengembangan pariwisata tidak berhenti hanya karena adanya penyesuaian anggaran. Kolaborasi dengan berbagai pihak justru menjadi salah satu cara untuk memastikan kegiatan wisata tetap tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Walaupun berada dalam kondisi efisiensi, kami tetap berupaya semaksimal mungkin mempromosikan pariwisata Kukar,” tegasnya. (adv/disparkukar/m/h)









