Danau Kumbara, Ketika Wisata Tumbuh Bersama Ekonomi Warga

Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Sebuah destinasi wisata akan memiliki arti lebih ketika kehadirannya ikut membawa manfaat bagi masyarakat sekitar. Hal itu yang mulai terlihat di Danau Kumbara, Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kawasan yang dulunya merupakan bekas galian tambang tersebut kini perlahan berubah menjadi ruang rekreasi sekaligus tempat tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Pengembangan Danau Kumbara dilakukan secara bertahap sejak 2021 melalui kolaborasi pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dinas Pariwisata (Dispar).

Sejumlah fasilitas dibangun untuk membuat kawasan wisata semakin nyaman. Mulai dari akses jalan, gazebo, jembatan titian, toilet, hingga fasilitas pendukung lainnya kini melengkapi kawasan Danau Kumbara.

Kepala Desa Kota Bangun III, Lilik Hendrawanto, mengatakan pengembangan destinasi terus dilakukan agar Danau Kumbara dapat memberikan pengalaman yang semakin baik bagi pengunjung.

“Alhamdulillah, Danau Kumbara mengalami kemajuan yang signifikan. Kami telah membangun aula berkapasitas sekitar 200 orang dan akses jalan sepanjang 800 meter sehingga wisatawan semakin mudah menjangkau lokasi,” kata Lilik Hendrawanto, Kamis (13/8/2026).

Aula tersebut menjadi salah satu fasilitas yang tidak hanya mendukung aktivitas wisata, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan. Mulai dari rapat, musyawarah desa hingga kegiatan keluarga dapat digelar di kawasan tersebut.

Pengembangan kawasan kemudian diarahkan lebih jauh agar keberadaan destinasi dapat memberi dampak langsung kepada warga.

Salah satunya dengan menyediakan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menjajakan produk mereka kepada wisatawan.

Dengan begitu, aktivitas kunjungan tidak berhenti pada kegiatan rekreasi. Perputaran ekonomi juga diharapkan ikut tumbuh melalui usaha kuliner, produk lokal maupun berbagai aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.

Konsep tersebut diperkuat dengan kehadiran fasilitas rekreasi untuk keluarga. Pemerintah desa membangun kolam renang yang berada sekitar 20 meter dari danau sebagai alternatif bagi pengunjung, khususnya anak-anak.

Fasilitas ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang wisata yang lebih aman bagi keluarga. Area di sekitar kolam juga dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk berjualan.

Tidak berhenti pada fasilitas fisik, pengelola juga berupaya menjaga agar kawasan Danau Kumbara tetap hidup melalui berbagai kegiatan. Pertunjukan musik dengan melibatkan musisi lokal hingga senam Zumba digelar secara berkala untuk menarik minat masyarakat berkunjung.

Dukungan terhadap pengembangan destinasi juga datang dari Dispar Kukar. Pada 2024, pemerintah daerah memberikan bantuan berupa tenda glamping dan wahana air berupa perahu bebek fiber.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, M. Ridha Fatrianta, mengatakan dukungan tersebut diberikan karena Danau Kumbara memiliki potensi wisata yang cukup kuat dan didukung pengelola serta kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang aktif.

“Bantuan ini kami berikan karena melihat keseriusan pengelola dalam mengembangkan destinasi serta potensi wisata yang sangat baik apabila dikelola secara maksimal,” jelas Ridha.

Menurutnya, pengembangan destinasi wisata yang melibatkan masyarakat menjadi salah satu pendekatan penting dalam memperkuat pariwisata Kukar.

Sebab, keberhasilan sebuah destinasi tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu menciptakan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Danau Kumbara menjadi salah satu contoh bagaimana potensi kawasan dapat dikembangkan menjadi ruang wisata yang memiliki nilai ekonomi. Dari tempat rekreasi, kawasan ini perlahan tumbuh menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkegiatan, membuka usaha dan mengambil bagian dalam perkembangan pariwisata desa.

Pengembangan yang dilakukan secara bertahap tersebut diharapkan membuat Danau Kumbara semakin dikenal sebagai salah satu pilihan wisata di wilayah hulu Kukar sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

(adv/disparkukar/m/h)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan