Dua festival yang menjadi prioritas tersebut yakni Festival Kota Juang Sanga-Sanga dan Festival Danau Semayang yang digelar di Desa Wisata Pela. Keduanya dinilai memiliki potensi untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, serta daya tarik wisata alam Kukar kepada masyarakat yang lebih luas.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengatakan pengusulan kedua festival tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperluas promosi pariwisata melalui penyelenggaraan event berkualitas.
Menurutnya, selain Festival Erau yang selama ini menjadi salah satu agenda unggulan Kukar, masih banyak kegiatan daerah yang memiliki karakteristik dan daya tarik tersendiri untuk diperkenalkan ke tingkat nasional.
“Untuk tahun depan, selain Erau, ada dua event yang kami dorong untuk masuk KEN. Pertama, Festival Kota Juang Sanga-Sanga. Kedua, Festival Danau Semayang yang berada di Desa Wisata Pela,” ungkap Ivan, Jumat (4/9/2026).
Ia menjelaskan, proses pengusulan kedua festival tersebut akan dilakukan melalui pendekatan kolaboratif bersama masing-masing penyelenggara. Dispar Kukar akan membuka komunikasi dan menawarkan kesempatan kepada penyelenggara untuk berpartisipasi dalam program KEN 2027.
Apabila mendapatkan persetujuan, Dispar siap memberikan pendampingan, khususnya dalam pemenuhan persyaratan administrasi dan teknis yang ditetapkan Kementerian Pariwisata.
Ivan menilai keterlibatan penyelenggara menjadi hal penting karena mereka lebih memahami konsep, karakteristik, hingga teknis pelaksanaan festival. Dengan demikian, materi pengusulan yang disiapkan dapat menggambarkan keunggulan masing-masing event secara lebih utuh.
“Kami akan mendorong kedua event tersebut dengan sistem kolaborasi. Artinya, kami tawarkan kepada penyelenggara apakah mereka mau mengikuti KEN,” jelasnya.
Tidak hanya berorientasi pada promosi, Dispar Kukar juga menaruh perhatian terhadap kesiapan penyelenggaraan. Setiap event yang diusulkan perlu memiliki perencanaan yang matang, termasuk aspek keamanan, kenyamanan pengunjung, serta mitigasi risiko selama kegiatan berlangsung.
Untuk festival berskala besar, koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan. Di antaranya melibatkan unsur kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, serta instansi terkait lainnya.
“Kalau event-nya besar, harus ada perencanaan mitigasi kesehatan, BPBD, Damkar, dan instansi terkait lainnya,” tambah Ivan.
Melalui langkah tersebut, Dispar Kukar berharap semakin banyak event lokal yang mampu berkembang menjadi agenda pariwisata berkelas nasional. Masuknya festival daerah dalam KEN bukan hanya membuka peluang promosi lebih luas, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Festival Kota Juang Sanga-Sanga diharapkan dapat semakin memperkenalkan nilai sejarah dan identitas daerah, sementara Festival Danau Semayang berpotensi memperkuat popularitas Desa Wisata Pela dengan keunggulan wisata alam dan kehidupan masyarakatnya.
Dispar Kukar optimistis, dengan dukungan penyelenggara dan kolaborasi berbagai pihak, kedua festival tersebut dapat dipersiapkan secara maksimal untuk mengikuti proses kurasi KEN 2027.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong potensi wisata lokal agar semakin dikenal, menarik lebih banyak kunjungan wisatawan, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan pariwisata dan perekonomian masyarakat Kutai Kartanegara. (adv/disparkukar/m/h)









