Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, mengingatkan kontraktor pelaksana pembangunan SMP Negeri (SMPN) 29 di kawasan Perumahan Grand City, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, agar mengutamakan kualitas pekerjaan dan tidak hanya mengejar penyelesaian proyek sesuai target waktu.
Menurut Gasali, pembangunan sekolah merupakan investasi jangka panjang bagi dunia pendidikan. Karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus dilakukan sesuai spesifikasi teknis dan standar operasional prosedur (SOP) agar menghasilkan bangunan yang aman dan berkualitas.
“Kami meminta kepada kontraktor yang mengerjakan pembangunan sekolah agar benar-benar memastikan kualitas bangunan. Jangan sampai persoalan yang pernah terjadi pada pembangunan sekolah sebelumnya kembali terulang,” ujar Gasali, Kamis (6/8/2025)
Ia mencontohkan temuan keretakan pada bagian siring bangunan SDN 022 Balikpapan Timur yang muncul setelah proyek selesai dikerjakan. Meski masih dalam masa pemeliharaan, kondisi tersebut dinilai menjadi peringatan bagi seluruh kontraktor agar lebih cermat dalam melaksanakan pekerjaan.
Selain kontraktor, Gasali juga meminta tim teknis, konsultan perencana, dan pengawas proyek menjalankan tugas secara profesional. Menurutnya, kualitas bangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pelaksana proyek, tetapi juga seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengawasan.
“Kami berharap tim teknis, konsultan, dan pengawas benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya. Prosedur pembangunan harus dilaksanakan sesuai SOP agar hasil fisik bangunan benar-benar berkualitas dan tidak menimbulkan persoalan akibat kelalaian,” tegasnya.
Gasali menambahkan, pembangunan SMPN 29 merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk memperluas akses pendidikan.
Oleh sebab itu, ia berharap proyek tersebut dapat diselesaikan dengan kualitas terbaik sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Jangan sampai pembangunan sekolah baru kembali menuai masalah. Kualitas harus menjadi prioritas agar bangunan yang dihasilkan benar-benar layak dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang,” pungkasnya. (*)









