Dispar Kukar Genjot Promosi Erau Adat Kutai 2026, Tiga Menteri Diundang Hadiri Pembukaan

Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Festival Erau Adat Kutai 2026 dipersiapkan menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan kekayaan budaya Kutai Kartanegara (Kukar) ke tingkat nasional. Berbagai langkah strategis mulai dilakukan Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, salah satunya dengan mengupayakan kehadiran tiga menteri dalam pembukaan festival budaya kebanggaan masyarakat Kutai tersebut.

Tiga menteri yang diharapkan hadir yakni Menteri Pariwisata, Menteri Kebudayaan, serta Menteri Ekonomi Kreatif. Kehadiran para pejabat pemerintah pusat ini diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap pelestarian budaya sekaligus memperkuat promosi pariwisata daerah.

Upaya tersebut semakin relevan setelah Erau Adat Kutai masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN), sebuah program yang menjadi salah satu wadah promosi berbagai festival unggulan daerah di Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Darmawan, mengatakan pihaknya terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata, guna mendukung penyelenggaraan Erau tahun ini.

Tidak hanya melalui koordinasi dan undangan resmi, Dispar Kukar juga menyiapkan materi promosi baru berupa video khusus yang menampilkan daya tarik Festival Erau Adat Kutai.

“Untuk persiapannya, kami sudah membuat video promosi Erau dan terus melakukan komunikasi dengan Menteri Pariwisata, karena Erau ini masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN),” ujar Awang, Minggu (23/8/2026).

Menurutnya, persiapan Erau Adat Kutai 2026 membutuhkan sinergi ant perangkat daerah agar seluruh aspek penyelenggaraan dapat berjalan optimal. Dalam hal ini, Dispar Kukar berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Dispar Kukar mengambil peran dalam penguatan promosi, pemasaran, serta publikasi pariwisata. Sementara itu, aspek kegiatan seremonial dan rangkaian pelaksanaan adat menjadi bagian dari tanggung jawab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Awang menegaskan, kolaborasi tersebut menjadi penting agar promosi Erau dapat berjalan lebih maksimal, terlebih dengan adanya dukungan anggaran khusus untuk memproduksi materi promosi terbaru.

“Kami terus berkomunikasi dan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan. Kami mengupayakan agar Menteri Pariwisata, Menteri Kebudayaan, dan Menteri Ekonomi Kreatif bisa hadir pada saat acara pembukaan Erau,” jelasnya.

Ia menambahkan, undangan resmi kepada ketiga kementerian telah disampaikan. Dispar Kukar juga memanfaatkan dukungan anggaran yang tersedia untuk menghadirkan pendekatan promosi yang lebih segar dan menjangkau masyarakat lebih luas.

“Ini garapan baru. Kebetulan ada anggarannya. Kalau di Dinas Pendidikan untuk promosinya tidak ada, itu yang kami sebut sebagai kolaborasi tadi,” ungkap Awang.

Melalui langkah tersebut, Dispar Kukar berharap Erau Adat Kutai tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga semakin berkembang sebagai daya tarik wisata unggulan yang mampu mendatangkan perhatian wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Masuknya Erau dalam program KEN menjadi peluang besar bagi Kukar untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus memperkenalkan identitas budaya Kutai kepada khalayak nasional.

Dengan dukungan promosi yang lebih kuat, kolaborasi lintas perangkat daerah, serta upaya menghadirkan perwakilan pemerintah pusat, Pemkab Kukar optimistis Festival Erau Adat Kutai 2026 dapat semakin memperkokoh posisi Tenggarong sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kalimantan Timur. (adv/disparkukar/m/h)

Pos terkait