Dispar Kukar Siapkan Stimulus Rp100 Juta bagi Komunitas Kreatif, Dukungan Tak Melulu Berupa Uang

Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif terus diperkuat. Melalui Dinas Pariwisata (Dispar), pemerintah daerah menyiapkan stimulus senilai Rp100 juta bagi setiap komunitas kreatif dalam program Kukar Idaman Terbaik.

Menariknya, dukungan tersebut tidak selalu diwujudkan dalam bentuk bantuan uang tunai. Dispar Kukar justru membuka peluang pemberian stimulus melalui berbagai program peningkatan kapasitas, mulai dari bimbingan teknis (bimtek), pelatihan keterampilan hingga sertifikasi kompetensi.

Skema ini menjadi salah satu langkah strategis agar komunitas kreatif tetap mendapatkan dukungan nyata di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Darmawan, menegaskan bahwa alokasi stimulus sebesar Rp100 juta tetap menjadi bagian dari rencana program pemerintah daerah. Namun, bentuk penyalurannya akan disesuaikan dengan kebutuhan komunitas dan kemampuan keuangan daerah.

“Stimulusnya memang Rp100 juta. Memang nilainya Rp100 juta. Tapi stimulusnya sebenarnya tidak selalu dalam bentuk uang. Bisa juga dalam bentuk kegiatan seperti bimtek, pelatihan, sertifikasi, dan sebagainya. Jadi untuk saat ini, mungkin sentuhannya lebih ke arah itu dulu,” ujarnya, Minggu (23/8/2026).

Menurut Awang, pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan bagi komunitas. Tidak sekadar memberikan bantuan finansial, pemerintah ingin memastikan para pelaku ekonomi kreatif memiliki keterampilan, kompetensi, serta kapasitas untuk mengembangkan usaha dan karya mereka.

Saat ini, Dispar Kukar masih melakukan pendataan terhadap komunitas kreatif yang berkembang di berbagai bidang. Langkah tersebut penting untuk memetakan potensi, kebutuhan, sekaligus menentukan bentuk intervensi yang paling tepat.

Awang juga mengajak komunitas kreatif di Kukar agar lebih aktif membangun komunikasi dengan Dispar. Melalui koordinasi tersebut, pemerintah dapat mengetahui secara langsung kebutuhan masing-masing komunitas sehingga program stimulus tidak bersifat seragam.

“Sudah ada. Sebenarnya kami juga masih menunggu komunitas-komunitas kreatif untuk datang dan berkoordinasi dengan kami,” katanya.

Selain menjadi dasar penyaluran stimulus, pendataan komunitas juga berkaitan dengan persiapan Kukar mengikuti ajang yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Data komunitas yang telah dihimpun nantinya disampaikan kepada Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur untuk menjalani tahapan verifikasi dan penilaian. Tim juri juga dijadwalkan turun langsung ke Kukar guna melihat potensi serta perkembangan komunitas kreatif di daerah.

“Nanti data tersebut kami serahkan ke Dinas Pariwisata Provinsi. Setelah itu akan dilakukan verifikasi, kemudian tim juri akan turun ke Kukar,” ungkap Awang.

Di sisi lain, keterbatasan fiskal daerah tidak menjadi alasan untuk menghentikan dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif. Dispar Kukar justru mendorong pola kerja yang lebih inovatif dengan membuka peluang kolaborasi lintas sektor.

Kerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain hingga pihak swasta dan berbagai unsur di luar pemerintahan dinilai dapat menjadi alternatif untuk memperluas sumber pembiayaan program.

Awang menegaskan, stimulus bagi komunitas kreatif tetap akan diupayakan, dengan mekanisme yang mempertimbangkan kondisi keuangan daerah.

“Stimulus tetap akan ada. Kami sambil melihat kondisi dan posisi keuangan daerah juga,” tegasnya.

Ia menambahkan, kondisi anggaran saat ini menuntut pemerintah untuk lebih kreatif dalam mencari solusi, termasuk membangun kemitraan agar program pengembangan komunitas tetap berjalan.

“Dengan keterbatasan anggaran ini kita dituntut untuk lebih kreatif. Kita harus mencari sumber-sumber pembiayaan lain, baik melalui kerja sama maupun kolaborasi dengan OPD lain dan juga pihak-pihak di luar pemerintahan,” tuturnya.

Melalui skema tersebut, Dispar Kukar berharap komunitas kreatif tidak hanya memperoleh dukungan sesaat, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing, dan memperluas jejaring.

Ke depan, pengembangan komunitas kreatif diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkaya daya tarik pariwisata Kutai Kartanegara. Dengan dukungan yang tepat dan kolaborasi berkelanjutan, potensi kreativitas masyarakat dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Kukar. (adv/disparkukar/m/h)


Pos terkait