Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Musim kemarau yang disertai kabut asap turut memengaruhi aktivitas pariwisata di kawasan Puncak Bukit Biru, Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dalam kurun waktu sekitar dua bulan terakhir, jumlah wisatawan yang berkunjung ke destinasi tersebut mengalami penurunan.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dewi Arum, Dedi, mengatakan kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat masyarakat untuk berwisata. Situasi tersebut berdampak terhadap jumlah kunjungan yang biasanya cukup ramai setiap bulannya.
Menurutnya, Bukit Biru sebelumnya mampu menarik sekitar 3.800 hingga 4.000 pengunjung per bulan. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, jumlah wisatawan yang datang diperkirakan berada di kisaran 3.000 orang per bulan.
“Biasanya jumlah kunjungan ke Bukit Biru mencapai sekitar 3.800 hingga 4.000 orang per bulan. Namun, dalam kurang lebih dua bulan terakhir, kondisi musim kemarau dan kabut asap cukup memengaruhi kunjungan wisatawan,” kata Dedi, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, perubahan jumlah kunjungan tersebut menjadi perhatian pengelola dalam menjaga aktivitas wisata di kawasan Bukit Biru. Meski mengalami penurunan, destinasi yang dikenal dengan panorama alamnya itu tetap menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menikmati wisata terbuka.
Dedi menyebutkan, pengelola terus berupaya menjaga daya tarik kawasan melalui pengembangan dan pembenahan fasilitas secara bertahap. Langkah tersebut disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan serta kemampuan pengelola, termasuk melalui dukungan swadaya.
“Pengembangan fasilitas tetap kami lakukan secara bertahap sesuai kemampuan pengelola. Beberapa pembenahan dilakukan melalui swadaya agar kawasan wisata ini tetap nyaman dan menarik bagi pengunjung,” jelasnya.
Selain menikmati pemandangan alam dari ketinggian, Bukit Biru juga menawarkan aktivitas berkemah bagi wisatawan. Fasilitas tersebut memberikan alternatif bagi pengunjung yang ingin menghabiskan waktu lebih lama sekaligus menikmati suasana alam di kawasan tersebut.
Di sisi lain, pengembangan pariwisata Desa Sumber Sari diharapkan tidak hanya bertumpu pada keberadaan Bukit Biru. Pengelola melihat masih terdapat potensi lain yang dapat dikembangkan untuk memperkaya pilihan wisata bagi masyarakat.
Potensi tersebut di antaranya wisata edukasi yang memanfaatkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Konsep ini dinilai dapat memberikan pengalaman berbeda kepada wisatawan sekaligus memperkenalkan aktivitas dan potensi ekonomi masyarakat desa.
“Kami berharap potensi wisata di Desa Sumber Sari bisa semakin beragam. Tidak hanya Bukit Biru, tetapi juga wisata edukasi yang memanfaatkan potensi pertanian, peternakan, dan perikanan sehingga pengunjung memiliki lebih banyak pilihan,” ungkapnya.
Melalui pengembangan tersebut, Desa Sumber Sari diharapkan mampu membangun kawasan wisata yang lebih beragam dan berkelanjutan. (adv/disparkukar/m/h)









