Lewat Film Kawa Hak, Dispar Kukar Buka Peluang Promosi Kopi Lokal

Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Industri film tak hanya menjadi wadah untuk melahirkan karya kreatif, tetapi juga membuka peluang bagi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Peluang inilah yang dikembangkan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui produksi film komedi lokal berjudul Kawa Hak.

Film tersebut menjadi ruang kolaborasi antara subsektor perfilman dan kuliner dengan melibatkan dua merek kopi asal Tenggarong, yakni Tegur Sapa dan Selkop. Keduanya diperkenalkan melalui adegan cerita yang menjadi bagian dari film, sehingga promosi produk dapat dilakukan secara kreatif dan tidak terlepas dari alur narasi.

Pengambilan gambar yang berlangsung pada Rabu (7/10/2026) itu menunjukkan bahwa karya audiovisual memiliki potensi untuk menghubungkan kreativitas sineas dengan kebutuhan promosi pelaku usaha lokal.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan keterlibatan produk kopi dalam film Kawa Hak merupakan salah satu upaya memperluas pengenalan merek lokal melalui media kreatif.

β€œIni salah satu cara untuk memperkenalkan brand kopi lokal yang ada di Tenggarong. Kita ingin film tidak hanya menjadi sebuah karya, tetapi juga menjadi lokomotif yang bisa memperkenalkan produk-produk lokal yang kita punya, khususnya produk yang bersinggungan langsung dengan subsektor ekraf,” ujar Zikri, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, film memiliki keunggulan sebagai media promosi karena mampu menyampaikan pesan melalui perpaduan cerita dan visual. Produk yang hadir di dalam adegan dapat diperkenalkan secara lebih natural, sekaligus menjadi bagian dari pengalaman penonton saat menikmati karya tersebut.

Dalam produksi Kawa Hak, tempat usaha kopi Selkop menjadi salah satu lokasi pengambilan gambar. Sementara itu, merek Tegur Sapa turut ditampilkan melalui adegan lain. Keterlibatan kedua merek ini memperlihatkan peluang kerja sama antara pelaku usaha kuliner dan komunitas perfilman dalam mengembangkan promosi yang lebih inovatif.

Kolaborasi tersebut juga menghadirkan manfaat bagi kedua subsektor. Pelaku film memperoleh dukungan serta ruang untuk membangun jejaring dengan dunia usaha, sedangkan pemilik produk lokal mendapatkan kesempatan memperkenalkan merek mereka melalui medium yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Zikri menilai, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan sinergi antarpelaku agar potensi setiap subsektor dapat saling menguatkan. Film, misalnya, tidak hanya berfungsi sebagai produk hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mengangkat identitas daerah dan memperkenalkan berbagai produk unggulan Kukar.

Karena itu, Dispar Kukar mendorong agar pola kolaborasi seperti ini terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha dan komunitas kreatif. Semakin luas jejaring yang terbentuk, semakin besar pula peluang terciptanya karya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi sektor lainnya.

Melalui produksi Kawa Hak, Dispar Kukar berharap industri perfilman lokal dapat berkembang bersama subsektor ekonomi kreatif lainnya. Dengan memadukan kekuatan cerita dan promosi, produk kopi lokal Tenggarong diharapkan semakin dikenal, sementara kolaborasi antarpelaku kreatif mampu membuka peluang usaha baru di daerah. (adv/disparkukar/m/h)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan