Erau Adat Kutai Masuk KEN 2026, Promosi Budaya Kukar Makin Luas

Mudaetam.com, Kutai Kartanegara — Masuknya Erau Adat Kutai dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 membuka peluang lebih besar bagi Kutai Kartanegara (Kukar) untuk membawa kekayaan budaya daerah ke panggung yang lebih luas.

Erau tidak lagi hanya menjadi agenda budaya yang dinikmati masyarakat lokal dan Kalimantan Timur. Dengan masuk dalam kalender event unggulan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, festival adat tersebut mendapat ruang promosi yang lebih luas sebagai salah satu daya tarik wisata budaya Indonesia.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengatakan masuknya sebuah event daerah dalam KEN memberikan nilai tambah, khususnya dari sisi promosi dan penguatan penyelenggaraan kegiatan.

Menurutnya, KEN menjadi salah satu sarana strategis untuk memperkenalkan event-event unggulan daerah kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, bahkan membuka peluang dikenal wisatawan mancanegara.

“Ketika salah satu event kita masuk KEN, memang ada bantuan dari Kementerian Pariwisata, termasuk dukungan untuk kebutuhan penyelenggaraan event,” kata Ivan, Jumat (28/8/2026).

Ia menjelaskan, dukungan kementerian tidak serta-merta diberikan dalam bentuk uang tunai kepada penyelenggara. Dukungan dapat direalisasikan melalui pengadaan barang maupun pemenuhan kebutuhan penunjang event berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan.

“Bantuan tersebut bukan diberikan dalam bentuk uang tunai kepada penyelenggara, melainkan dalam bentuk barang atau dukungan kebutuhan event,” ujarnya.

Untuk pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026, penyelenggaraan kegiatan berada di bawah pihak Kesultanan Kutai. Karena itu, komunikasi mengenai dukungan langsung dari Kementerian Pariwisata lebih banyak dilakukan oleh pihak Kesultanan sebagai penyelenggara.

Meski demikian, bagi Dispar Kukar, manfaat paling penting dari masuknya Erau dalam KEN adalah terbukanya ruang promosi yang lebih besar.

Ivan menyebut dukungan promosi dari Kementerian Pariwisata menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Erau kepada calon wisatawan di luar daerah.

“Yang kami tahu, dukungan promosi dari Kementerian Pariwisata cukup besar. Ini menjadi salah satu keuntungan ketika Erau masuk dalam KEN,” jelasnya.

Menurutnya, promosi yang semakin luas diharapkan dapat meningkatkan perhatian wisatawan terhadap Erau sekaligus memperkuat citra Kukar sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang masih hidup hingga saat ini.

Erau Adat Kutai sendiri memiliki berbagai rangkaian prosesi adat yang menjadi daya tarik tersendiri, salah satunya prosesi Bepelas. Keberadaan tradisi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan identitas budaya Kutai kepada masyarakat luas.

Dengan masuknya Erau dalam KEN, Dispar Kukar berharap gaung festival tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan. Promosi yang lebih luas diharapkan dapat mendorong wisatawan untuk datang dan menikmati berbagai potensi wisata Kukar.

“Karena penyelenggaranya adalah pihak Kesultanan, kami dari Dinas Pariwisata lebih banyak berperan mendampingi, termasuk dalam proses pengusulan dan koordinasi,” pungkas Ivan.

Bagi Kukar, masuknya Erau Adat Kutai dalam KEN 2026 menjadi momentum untuk menjadikan kekayaan budaya bukan hanya sebagai warisan yang terus dijaga, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan destinasi, ekonomi kreatif, serta potensi pariwisata daerah ke pasar yang lebih luas. (Adv/Disparkukar/m/h)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan