Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Berwisata bersama keluarga tak selalu harus dilakukan di tempat yang jauh. Di Dusun Bensamar, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Taman Kembang Jaong menghadirkan pilihan rekreasi yang menggabungkan suasana alam, ruang bermain, dan edukasi bagi pengunjung.
Kawasan seluas sekitar 1,9 hektare ini menawarkan pengalaman menikmati lingkungan hijau dengan hamparan kembang jaong sebagai salah satu daya tarik utamanya. Sejumlah spot foto juga disiapkan untuk melengkapi pengalaman wisatawan selama berada di lokasi.
Pengelola Taman Kembang Jaong, Erwin Junaidi, mengatakan destinasi tersebut sejak awal memang diarahkan sebagai wisata yang tidak sekadar menjadi tempat rekreasi, tetapi juga sarana pengenalan lingkungan, khususnya bagi anak-anak.
“Konsep yang kami bangun adalah wisata edukasi bagi pengunjung, terutama anak-anak usia dini,” kata Erwin, Rabu (12/8/2026).
Konsep tersebut membuat Taman Kembang Jaong dapat menjadi alternatif bagi keluarga yang ingin mengajak anak menikmati aktivitas di ruang terbuka. Pengunjung dapat mengenal berbagai unsur lingkungan sekaligus menikmati suasana taman yang asri.
Dari sisi biaya, destinasi ini juga menawarkan tiket yang cukup terjangkau. Pengunjung dewasa dikenakan tarif Rp10 ribu, sedangkan anak-anak Rp5 ribu.
Kehadiran tarif yang relatif ramah bagi keluarga turut membuat destinasi ini menarik bagi wisatawan dari berbagai wilayah. Pengunjung tidak hanya datang dari Tenggarong, tetapi juga dari kecamatan lain di Kukar hingga sejumlah daerah di Kalimantan Timur.
Erwin menyebut jumlah kunjungan biasanya meningkat saat momentum libur sekolah. Dalam periode tersebut, wisatawan yang datang dapat mencapai sekitar 100 orang dalam sehari. Sementara pada hari biasa, rata-rata kunjungan berada di bawah 50 orang per hari.
“Untuk musim libur anak sekolah kemarin, kunjungan wisatawan bisa mencapai sekitar 100 orang. Tapi jika hari biasa hanya di bawah 50 orang per hari,” ujarnya.
Bagi pengelola, menjaga kenyamanan menjadi bagian penting agar destinasi tetap diminati. Perawatan kawasan dan fasilitas dilakukan secara berkala, bersamaan dengan upaya menghadirkan hal-hal baru yang dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung.
“Kami terus memberikan kenyamanan bagi pengunjung,” katanya.
Di sisi lain, keberadaan destinasi seperti Taman Kembang Jaong juga mendapat perhatian dalam upaya memperluas promosi pariwisata Kukar. Pemerintah daerah mendorong agar potensi wisata yang dikelola masyarakat maupun pihak swasta dapat semakin dikenal.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengatakan perkembangan media digital memberikan ruang yang semakin luas bagi destinasi lokal untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki.
Promosi melalui media sosial, menurutnya, dapat menjadi salah satu strategi untuk menjangkau calon wisatawan secara lebih luas dan memperkenalkan destinasi yang sebelumnya belum banyak diketahui.
“Promosi itu melalui konten media sosial yang dimiliki oleh pemerintah maupun pihak swasta,” jelas Ivan.
Kolaborasi antara pemerintah, pengelola destinasi dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata Kukar. Tidak hanya memperluas jangkauan promosi, tetapi juga membuka peluang agar semakin banyak destinasi lokal tumbuh dan berkembang.
Dengan konsep wisata yang memadukan alam dan edukasi, Taman Kembang Jaong menjadi salah satu contoh bahwa potensi wisata di Kukar tidak selalu harus hadir dalam skala besar. Destinasi berbasis masyarakat pun dapat menjadi pilihan rekreasi sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar.
(adv/disparkukar/m/h)









