Yusri Dorong Penanganan Banjir Jadi Fokus RKPD 2027

Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Penanganan banjir menjadi salah satu program prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Balikpapan tahun anggaran 2027.

Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menegaskan penanganan banjir tidak hanya menjadi kebutuhan masyarakat, tetapi juga bagian dari visi dan misi Wali Kota Balikpapan yang harus diwujudkan melalui program pembangunan.

“Penanganan banjir ini merupakan program prioritas dalam RKPD 2027. Ini juga salah satu visi dan misi Wali Kota Balikpapan. Kalau memang itu janji politik, tentu harus dilaksanakan,” kata Yusri, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, persoalan banjir perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Warga, kata dia, tidak seharusnya terus dihantui kekhawatiran setiap kali hujan deras turun.

“Yang kedua, ini terkait kenyamanan hidup warga kota. Bagaimanapun, warga harus bisa merasa tenang. Jangan sampai ketika hujan deras, mereka selalu khawatir rumahnya tiba-tiba kebanjiran,” ujarnya.

Yusri menilai Pemkot Balikpapan telah mulai menunjukkan langkah konkret melalui penyusunan masterplan penanganan banjir yang menjadi acuan bagi Dinas Pekerjaan Umum (PU) dalam melaksanakan pembangunan.

Sejumlah upaya juga telah dilakukan, di antaranya pelebaran saluran drainase serta pembangunan saluran di kawasan permukiman.

“Bagus sudah, karena langkah-langkah pemerintah kota untuk melaksanakan penanganan banjir sudah ada titik terangnya. Kita bisa melihat masterplan banjir sudah dibuat pemerintah kota dan sudah dilaksanakan oleh Dinas PU,” jelasnya.

Meski demikian, Yusri mengingatkan agar pelaksanaan program penanganan banjir pada 2027 benar-benar diarahkan pada titik-titik yang memiliki tingkat urgensi tinggi.

Ia menyebut hampir seluruh kecamatan di Balikpapan masih memiliki sejumlah lokasi yang membutuhkan penanganan. Karena itu, pemerintah perlu menentukan skala prioritas berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Hampir semua. Setiap kecamatan banyak penanganan yang harus dilaksanakan. Tapi kita melihat sisi mana yang kira-kira mendesak. Yang mendesak hari ini, itu yang harus cepat kita laksanakan,” tegasnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Yusri juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga saluran drainase yang telah dibangun pemerintah.

Menurutnya, penanganan banjir tidak akan maksimal jika saluran yang sudah tersedia tidak dirawat dan dibersihkan secara berkala.

“Harus ada kerja sama semua pihak, mulai dari RT, kelurahan sampai kecamatan. Pergunakan gotong royong dan sinergi. Jangan hanya pemerintah kota yang membuat saluran, tetapi tidak dibersihkan dan akhirnya mampet. Kalau begitu, hasilnya juga tidak ada gunanya,” pungkasnya. (adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan