Erau 2026 Tak Sekadar Lestarikan Tradisi, Dispar Kukar Bidik Dampak Ekonomi bagi Masyarakat

Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Gemuruh tradisi Erau Adat Kutai 2026 kembali menjadi perhatian. Namun, bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), perhelatan budaya ini tidak berhenti pada pelestarian adat dan tradisi. Erau juga dipandang sebagai peluang untuk menggerakkan kunjungan wisatawan sekaligus membuka ruang pertumbuhan bagi pelaku ekonomi kreatif.

Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar mengambil peran pada sisi promosi dan pengembangan potensi pariwisata yang dapat tumbuh seiring penyelenggaraan Erau. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan event budaya sebagai penggerak ekonomi daerah. Plt Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan meski penyelenggaraan prosesi adat Erau kini berada dalam koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Dispar tetap memiliki ruang strategis untuk mendukung kesuksesan agenda tersebut.

“Karena Erau masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), otomatis kami juga terlibat aktif,” ujar Awang Agus, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, keterlibatan Dispar terutama diarahkan untuk memperluas gaung Erau sebagai daya tarik wisata. Promosi tidak hanya menyasar agenda Erau, tetapi juga mendorong wisatawan untuk mengenal dan mengunjungi berbagai destinasi yang ada di Kukar. Potensi tersebut semakin penting karena kehadiran wisatawan selama Erau dapat menciptakan pergerakan ekonomi di berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan, produk kreatif hingga jasa pariwisata.

“Urusan promosi memang menjadi kewenangan Dispar. Selain itu, kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan ekonomi kreatif juga berada di kami, sehingga sentuhan Dispar ada pada bagian tersebut,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, Erau diharapkan tidak hanya menghadirkan pengalaman budaya bagi pengunjung, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya aktivitas wisata selama event berlangsung. Sementara itu, aspek adat dan kebudayaan tetap menjadi bagian utama yang dijaga dalam pelaksanaan Erau 2026. Prosesi adat dan ritual sakral berada dalam kewenangan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bersama Disdikbud Kukar.

“Untuk upacara adat, prosesi sakral sampai pembukaan menjadi kewenangan Kesultanan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kami lebih fokus mendukung dari sisi promosi,” kata Awang Agus.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, menegaskan Erau Adat Kutai 2026 tetap menjadi agenda penting pemerintah daerah. Kondisi efisiensi anggaran tidak menjadi alasan untuk mengurangi komitmen dalam menjaga keberlangsungan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut. Ia menilai kolaborasi menjadi kunci agar pelaksanaan Erau tetap berjalan optimal dengan melibatkan berbagai unsur, baik pemerintah daerah, Kesultanan maupun pemangku kepentingan lainnya.

“Tetap kita optimalkan. Makanya kita bekerja dengan kolaborasi, termasuk dengan Dinas Pariwisata Kukar. Jadi tidak hanya satu pembiayaan di Kesultanan saja, tetapi seluruh stakeholder kita libatkan,” ungkap Heriansyah.

Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat posisi Erau sebagai event budaya yang memiliki nilai lebih luas. Di satu sisi, tradisi dan identitas budaya Kukar tetap terjaga. Di sisi lain, momentum kedatangan wisatawan dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan destinasi, menghidupkan ekonomi kreatif dan memperluas peluang usaha masyarakat.

Melalui sinergi lintas sektor, Erau Adat Kutai 2026 diharapkan mampu menjadi panggung budaya sekaligus pintu masuk bagi wisatawan untuk menikmati lebih banyak potensi pariwisata Kukar. Dengan begitu, pelestarian budaya berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, menjadikan Erau bukan hanya warisan yang terus dijaga, tetapi juga momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat Kukar.

(adv/disparkukar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan