Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman, menyoroti keterbatasan sumber air baku yang menjadi salah satu penyebab belum optimalnya pelayanan air bersih di Kota Balikpapan. Menurutnya, pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat tidak diikuti dengan penambahan kapasitas sumber air.
Hal itu disampaikan Taufik dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kota Balikpapan bersama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) dan Persatuan Ormas Asli Kalimantan (POAK), Senin (13/7/2026).
Taufik menjelaskan, pada sekitar tahun 1976 jumlah penduduk Balikpapan yang memanfaatkan layanan air bersih masih berkisar 200 hingga 300 ribu jiwa. Namun pada 2026 jumlah penduduk telah mendekati 800 ribu jiwa, sementara kapasitas waduk sebagai sumber air baku masih relatif sama.
“Kondisi ini menyebabkan ketersediaan air baku tidak mampu mengimbangi kebutuhan masyarakat yang terus bertambah. Akibatnya distribusi air masih harus dilakukan secara bergiliran,” ujarnya.
Ia mengatakan, keterbatasan air baku menjadi tantangan utama selain persoalan jaringan perpipaan yang sudah menua. Karena itu, penyelesaian krisis air bersih tidak cukup hanya dengan memperbaiki pipa distribusi, tetapi juga harus dibarengi penambahan sumber air baku baru.
Dalam rapat tersebut, salah satu solusi yang mengemuka adalah pemanfaatan Sungai Wain sebagai sumber air baku bagi masyarakat Balikpapan. Menurut Taufik, sungai tersebut memiliki potensi debit air yang besar dan dinilai lebih efisien dibandingkan opsi mengambil air dari Sungai Mahakam yang membutuhkan pembangunan jaringan pipa sepanjang ratusan kilometer dengan biaya sangat besar.
Namun demikian, pemanfaatan Sungai Wain masih harus memenuhi ketentuan perizinan dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV. Selain itu, muncul usulan agar kebutuhan air industri, termasuk Pertamina, secara bertahap menggunakan teknologi desalinasi sehingga sumber air tawar dapat lebih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Komisi II DPRD berharap pemerintah daerah bersama PTMB dapat segera menyusun langkah strategis untuk menambah pasokan air baku sebagai solusi jangka panjang, sehingga pelayanan air bersih di Balikpapan dapat semakin optimal seiring pertumbuhan jumlah penduduk. (*)









