Sinergi Legislatif: Bedah Strategi Fiskal DPRD Balikpapan dalam Menembus Target PAD 1 Triliunan

Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Bertempat di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kota Balikpapan pada Selasa, 21 April 2026, jajaran Komisi II DPRD Kota Balikpapan menerima kunjungan kerja strategis dari delegasi DPRD Kabupaten Tana Toraja. Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi kedua lembaga untuk mendiskusikan peta jalan transformasi fiskal yang telah mengantarkan Balikpapan menembus ambang batas Pendapatan Asli Daerah (PAD) di angka triliunan rupiah.

Dalam pemaparan formalnya, Swardy Tandiring selaku anggota Komisi II, menekankan bahwa keberhasilan Balikpapan tidak lepas dari keberanian melakukan perombakan struktur kelembagaan dan tata kelola keuangan. Strategi utama yang ditekankan adalah digitalisasi pajak daerah secara end-to-end. Dengan mengintegrasikan sistem pemantauan pajak berbasis elektronik, Balikpapan berhasil memitigasi risiko kebocoran fiskal secara signifikan dan meningkatkan tax ratio daerah.

“Transformasi ini bukan sekadar soal angka, melainkan membangun ekosistem yang akuntabel. Kami menerapkan sistem integrasi data wajib pajak yang memungkinkan pemerintah melakukan penagihan secara presisi dan transparan,” tegas Swardy.

Ekspansi Objek dan Intensifikasi Potensi Daerah
DPRD Balikpapan menjelaskan bahwa strategi perluasan PAD bertumpu pada tiga pilar utama:

1. Ekspansi Basis Pajak: Melakukan klasifikasi ulang terhadap objek pajak potensial, terutama di sektor jasa dan properti yang tumbuh masif seiring posisi strategis Balikpapan.

2. Optimalisasi Aset Daerah: Merevitalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar lebih kompetitif dan berkontribusi langsung pada kas daerah.

3. Reformasi Birokrasi Pendapatan: Memisahkan fungsi administrasi pendapatan dengan pengelolaan belanja untuk memastikan fokus yang tajam pada pencapaian target.

Wakil Ketua I DPRD Tana Toraja, Leonardus Tallupadang, mengakui bahwa model fiskal Balikpapan adalah standar emas bagi daerah yang ingin mandiri secara ekonomi. Diskusi ini juga membuka ruang kolaborasi inter-regional, di mana Balikpapan menawarkan keahlian manajemen fiskal, sementara Tana Toraja menawarkan sinergi di sektor pariwisata dan komoditas unggulan. (Jer)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan