Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Komisi IV DPRD Kota Balikpapan melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sejumlah sekolah, Selasa (30/6/2026). Kunjungan dilakukan ke SMP Wiyata Mandala, SMP Negeri 14, dan SMP Negeri 5 Balikpapan Selatan untuk memastikan proses penerimaan siswa baru berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan tidak menimbulkan kendala bagi masyarakat.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Siska Anggraeni, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan pelaksanaan SPMB secara umum berlangsung tertib dan lancar. Menurutnya, persoalan yang paling banyak ditemui bukan lagi terkait keinginan masyarakat masuk ke sekolah negeri, melainkan memilih sekolah yang lokasinya paling dekat dengan tempat tinggal.
“Yang menjadi perhatian masyarakat sekarang lebih kepada jarak sekolah. Dengan adanya subsidi dari pemerintah untuk sekolah swasta, orang tua memiliki pilihan lebih banyak untuk menyekolahkan anak di sekolah terdekat tanpa terlalu terbebani biaya SPP,” ujarnya.
Siska menjelaskan, kebijakan subsidi bagi sekolah swasta menjadi salah satu solusi untuk mengurangi penumpukan pendaftar di sekolah negeri sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas kepada calon peserta didik memperoleh akses pendidikan.
Dari sisi pelaksanaan, ia menilai sistem pendaftaran berjalan cukup baik dengan tingkat kelancaran yang tinggi. Meski setiap hari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan harus melakukan verifikasi terhadap sekitar 500 pendaftar, proses pelayanan tetap berjalan maksimal dan kuota yang tersedia dinilai masih mencukupi.
“Secara keseluruhan pelaksanaannya sudah sangat baik. Kendala yang muncul sangat kecil dan pelayanan tetap berjalan optimal,” katanya.
Berdasarkan data yang diperoleh Komisi IV, jumlah lulusan sekolah dasar (SD) di Kota Balikpapan tahun ini mencapai sekitar 12 ribu siswa. Dari jumlah tersebut, lebih dari 8 ribu siswa telah tertampung di sekolah negeri, sementara lebih dari 1.500 siswa diterima di sekolah swasta.
Sementara itu, sekitar 2 ribu lulusan lainnya masih memiliki sejumlah alternatif untuk melanjutkan pendidikan, seperti mendaftar ke pondok pesantren, sekolah swasta lain yang masih membuka penerimaan, maupun melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan nonformal.
Dalam peninjauan tersebut, Komisi IV juga melihat proses pengawasan di lapangan berjalan dengan baik. Selain DPRD dan Dinas Pendidikan, sejumlah pihak, termasuk insan pers, turut memantau langsung jalannya pelaksanaan SPMB di beberapa sekolah guna memastikan proses berlangsung secara terbuka dan akuntabel.
Siska berharap pelaksanaan SPMB tahun ini yang relatif tertib dan minim kendala dapat menjadi evaluasi positif bagi pemerintah untuk terus menyempurnakan sistem penerimaan peserta didik pada tahun-tahun mendatang.
“Secara umum pemerintah sudah mengantisipasi daya tampung lulusan melalui berbagai jalur pendidikan. Harapannya, pelaksanaan yang semakin baik ini bisa meminimalisasi polemik penerimaan siswa baru di tahun-tahun berikutnya,” tutupnya. (*)









