Promosi Digital Bukit Mahoni Tembus Wisatawan Mancanegara, Dispar Kukar Dorong Pokdarwis Berinovasi

Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Promosi melalui media sosial membuka peluang lebih luas bagi destinasi wisata lokal untuk dikenal hingga ke luar daerah, bahkan mancanegara. Perkembangan Bukit Mahoni di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, menjadi salah satu contoh bagaimana strategi promosi digital dapat membantu memperluas jangkauan wisatawan.

Keberhasilan tersebut mendapat perhatian Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pengelolaan promosi yang dilakukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mentari dinilai dapat menjadi inspirasi bagi kelompok pengelola wisata lainnya untuk lebih aktif memperkenalkan potensi daerah melalui platform digital.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan Bukit Mahoni kini semakin sering muncul di berbagai platform media sosial berkat konsistensi promosi yang dilakukan pengelolanya.

“Alhamdulillah, Bukit Mahoni di L3, Tenggarong Seberang, di Bangun Rejo, sekarang sudah banyak berseliweran di media-media sosial dengan gencarnya promosi mereka,” ujar Awang, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, peningkatan eksposur digital turut membuka kesempatan bagi destinasi wisata untuk menjangkau calon pengunjung dari wilayah yang lebih luas. Jika sebelumnya pengunjung Bukit Mahoni didominasi masyarakat dari Tenggarong Seberang, Tenggarong, dan Samarinda, kini daya tariknya mulai dikenal oleh wisatawan dari luar daerah.

Bahkan, Awang mengaku memperoleh informasi mengenai kunjungan wisatawan asal Jepang ke destinasi tersebut. Hal ini menjadi indikasi bahwa promosi digital berpotensi memperkenalkan destinasi lokal kepada khalayak yang lebih luas.

“Ini menurut kami menunjukkan promosi yang dilakukan Pokdarwis Mahoni mulai memberikan dampak terhadap jangkauan kunjungan wisatawan,” ungkapnya.

Dispar Kukar mendorong Pokdarwis tidak hanya berfokus pada pengembangan fasilitas dan daya tarik destinasi, tetapi juga memperkuat strategi pemasaran melalui media sosial. Konten berupa foto, video, suasana destinasi, hingga aktivitas wisata dapat menjadi sarana untuk menarik perhatian calon pengunjung.

Setiap destinasi memiliki karakteristik dan keunggulan berbeda yang dapat dikemas menjadi materi promosi. Dengan penyajian yang menarik dan publikasi secara konsisten, potensi wisata yang sebelumnya hanya dikenal masyarakat sekitar berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas.

Awang menilai pengalaman Pokdarwis Mentari dalam mempromosikan Bukit Mahoni dapat menjadi pemantik bagi pengelola destinasi lain di Kukar untuk mengembangkan pendekatan serupa. Pemanfaatan media sosial juga memberikan alternatif promosi yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing kelompok.

“Yang jelas Bukit Mahoni ini berhasil, itu menjadi trigger juga untuk Pokdarwis-Pokdarwis lainnya melakukan hal yang sama yang dilakukan oleh Pokdarwis Bukit Mahoni,” pungkasnya.

Melalui penguatan promosi digital, Dispar Kukar berharap semakin banyak destinasi wisata daerah yang dikenal masyarakat luas. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan ketertarikan wisatawan untuk berkunjung, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar destinasi.

Ke depan, kreativitas pengelola dan konsistensi dalam menyampaikan informasi menjadi bagian penting dalam membangun daya saing pariwisata Kukar di tengah perkembangan pemasaran digital. (adv/disparkukar/m/h)

Pos terkait