Literasi Identitas Digital dan Problematika KK Jadi Fokus Reses Iwan Wahyudi di Graha Indah

Mudaetam.com, BALIKPAPAN — Geliat demokrasi di tingkat akar rumput kembali terasa saat Anggota DPRD Kota Balikpapan, Iwan Wahyudi, menggelar agenda Reses Masa Sidang II Tahun 2025/2026 di lingkungan RT 59 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, pada Kamis, 30 April 2026. Pertemuan tatap muka tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan administrasi kependudukan (Adminduk), khususnya terkait penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan permasalahan Kartu Keluarga (KK).

Dalam kegiatan itu, Iwan Wahyudi turut menghadirkan perwakilan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Kesehatan, serta pihak kelurahan untuk memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat mengenai berbagai kendala yang dihadapi warga dalam mengakses layanan administrasi berbasis digital.

Sejumlah warga mengaku masih mengalami kesulitan dalam proses aktivasi aplikasi IKD melalui telepon pintar. Kendala teknis seperti gagal login, kesulitan pembaruan data, hingga kurangnya pemahaman penggunaan aplikasi menjadi keluhan utama yang disampaikan dalam sesi dialog interaktif tersebut.

“Kami berharap ada pendampingan langsung dari pemerintah. Banyak warga, terutama orang tua, masih bingung menggunakan aplikasi IKD ini. Jangan sampai digitalisasi malah menyulitkan masyarakat,” ujar salah seorang warga saat menyampaikan aspirasinya.

Selain persoalan IKD, warga juga mengadukan sulitnya melakukan pemecahan Kartu Keluarga akibat konflik rumah tangga dan perceraian sepihak tanpa sepengetahuan salah satu pihak. Kondisi tersebut dinilai berdampak serius terhadap hak administrasi anggota keluarga yang terdampak.

Menanggapi hal itu, Iwan Wahyudi meminta pihak Disdukcapil untuk memberikan perhatian khusus terhadap kasus-kasus administrasi keluarga yang sensitif dan membutuhkan penyelesaian cepat.

“Kendala teknis pada aplikasi IKD dan kerumitan pemecahan Kartu Keluarga akibat konflik rumah tangga ini adalah masalah fundamental yang tidak bisa kita abaikan. Saya mencatat poin-poin krusial ini untuk segera dikoordinasikan dengan Disdukcapil agar ada pendampingan lebih gencar dan solusi administratif yang cepat,” tegas Iwan Wahyudi di hadapan warga.

Ia juga memastikan seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses tersebut akan dihimpun dalam laporan resmi sebagai bahan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Balikpapan.

“Kehadiran saya di sini adalah untuk memastikan bahwa setiap hambatan birokrasi yang bapak dan ibu hadapi segera mendapatkan jalan keluar melalui kebijakan pemerintah yang lebih memihak rakyat,” tambahnya.

Melalui agenda reses ini, masyarakat Graha Indah berharap adanya peningkatan pelayanan administrasi kependudukan yang lebih mudah diakses, sekaligus pendampingan yang merata agar transformasi digital di Kota Balikpapan dapat berjalan inklusif dan berkeadilan bagi seluruh warga. (Jer/H)

Pos terkait