Samarinda, Mudaetam.com — Anggota DPRD Kota Samarinda, Adnan Faridhan, menyoroti belum terealisasinya anggaran pembangunan SMP 24 Samarinda yang hingga kini disebut belum juga rampung, meski telah berjalan hampir empat tahun. Ia menilai kondisi tersebut ironis di tengah pesatnya pembangunan berbagai proyek infrastruktur di Kota Tepian.
Menurut Adnan, Pemerintah Kota Samarinda mampu membangun sejumlah proyek besar seperti Teras Samarinda yang megah serta melakukan revitalisasi Pasar Pagi Samarinda. Namun di sisi lain, pembangunan fasilitas pendidikan justru dinilai belum mendapat perhatian yang memadai.
Ia juga menyinggung proyek Terowongan Samarinda yang hingga kini belum rampung meski nilai anggarannya disebut mencapai sekitar Rp500 miliar dan bahkan kembali diajukan tambahan anggaran sekitar Rp90 miliar.
“Ini ironis. Kita bisa membangun berbagai proyek besar, tetapi membangun sekolah yang sudah hampir empat tahun justru belum terpenuhi. Pertanyaannya sekarang, pemerintah berpihak kepada siapa?” ujar Adnan, Kamis (12/3/2026).
Adnan menambahkan, kondisi sekolah yang belum memadai sangat dirasakan para siswa. Bahkan disebutkan ada siswa yang tetap harus belajar meski sekolah mereka kerap terdampak banjir saat hujan turun.
Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Apalagi, dalam aturan pengelolaan anggaran negara maupun daerah, minimal 20 persen anggaran dialokasikan untuk sektor pendidikan.
“Kalau kita lihat urgensinya, mana yang lebih penting: sekolah atau terowongan? Pendidikan seharusnya didahulukan, karena menyangkut masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Adnan pun meminta Pemerintah Kota Samarinda agar lebih memprioritaskan penyelesaian pembangunan sekolah serta memastikan anggaran pendidikan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan fasilitas belajar yang layak bagi para siswa.









