Fenomena Pengemis Badut Ramai di Tenggarong, Dinsos Imbau Warga Tak Beri Uang di Jalan

KUTAI KARTANEGARA – Fenomena pengemis yang menggunakan kostum badut kembali muncul di sejumlah persimpangan dan titik keramaian di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, terutama menjelang akhir bulan Ramadan. Aktivitas ini melibatkan anak-anak hingga orang dewasa yang mengenakan kostum badut atau langsung meminta uang kepada pengendara.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kukar, Sunarko, menyebut aktivitas tersebut bukan sekadar hiburan di jalanan, melainkan bentuk baru praktik mengemis yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Ia menjelaskan, tren ini biasanya meningkat dalam sepuluh hari terakhir Ramadan. Beberapa kasus sebelumnya bahkan ditemukan adanya pihak yang bertindak sebagai koordinator dengan menyewakan kostum badut kepada anak-anak untuk mencari uang di jalan.

Menurutnya, praktik ini terus berulang karena masih banyak masyarakat yang memberikan uang kepada para pengemis badut di jalan.

Dinas Sosial pun mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang secara langsung di jalan. Warga yang ingin membantu disarankan menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi agar lebih tepat sasaran.

Sementara itu, penertiban awal terhadap pengemis jalanan tetap menjadi kewenangan Satpol PP sesuai aturan ketertiban umum. Setelah diamankan, para pengemis akan didata dan menjalani asesmen oleh Dinas Sosial untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Pos terkait