OPINI oleh Fadly Hamzairi S.KM, Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Prodi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman
Bagaimana Musik Bisa Membakar Energi Kerja Kita?
Pernahkah Anda merasa lelah di tengah pekerjaan lalu tiba-tiba energi bangkit kembali hanya karena mendengar lagu favorit? Jika iya, Anda tidak sendiri. Musik ternyata bukan sekadar hiburan, penelitian menunjukkan musik bisa menjadi “bahan bakar” tambahan yang menjaga semangat kerja. Tapi bagaimana musik bekerja dalam tubuh kita, dan apakah benar semua jenis musik bisa meningkatkan produktivitas?
Tahukah Anda bahwa musik mampu memengaruhi otak kita hingga ke pusat emosi? Studi dalam Frontiers in Psychology (2023) menjelaskan bahwa musik dapat merangsang sistem dopamin di otak, hormon yang juga aktif saat kita merasa senang atau termotivasi. Bahkan, musik sering dipakai dalam terapi untuk menurunkan stres dan meningkatkan mood pasien. Artinya, ketika mood kita membaik karena musik, semangat kerja pun lebih mudah terbentuk. Bukankah menyenangkan jika hanya dengan mendengar lagu, pikiran menjadi lebih ringan dan energi kerja bertambah? Mari kita cari jawabannya pada pernyataan selanjutnya.
Jika musik bisa memengaruhi mood, apakah otomatis produktivitas kerja juga meningkat? Sebuah penelitian dengan 244 pekerja dari berbagai bidang menemukan bahwa mendengarkan musik secara emosional (misalnya untuk mengatur perasaan) berhubungan positif dengan kepuasan kerja, dan pada akhirnya berdampak pada performa kerja. Lebih menarik lagi, sebuah eksperimen di Makassar (2022) menemukan bahwa kelompok pekerja yang mendengarkan musik saat bekerja memiliki kinerja lebih baik dibanding kelompok yang bekerja tanpa musik. Pertanyaan sederhana: mungkinkah kantor kita jadi lebih menyenangkan jika memberi ruang bagi karyawan untuk mendengarkan musik?
Pernahkah Anda mencoba mengetik laporan sambil mendengarkan lagu dengan lirik, lalu mendapati pikiran malah ikut bernyanyi? Ternyata, penelitian yang dipublikasikan di Applied Cognitive Psychology (2012) membuktikan musik dengan lirik dapat menurunkan konsentrasi secara signifikan, terutama pada tugas yang membutuhkan perhatian penuh. Jadi, mungkin benar kalau musik bisa meningkatkan semangat, tapi tidak semua jenis musik cocok untuk semua pekerjaan. Bagaimana jika selama bekerja kita memilih musik instrumental saja?
Dari bukti ilmiah di atas, musik jelas punya potensi besar untuk menjadi penguat semangat kerja. Namun, ia bukanlah “sihir instan” yang berlaku untuk semua orang. Selera individu, jenis pekerjaan, durasi, dan jenis musik yang dipilih sangat menentukan apakah musik akan menjadi teman produktivitas atau malah pengganggu konsentrasi. Sebagai pendidik, saya ingin mengajak Anda bereksperimen: cobalah membuat playlist khusus untuk bekerja. Uji coba musik instrumental saat butuh fokus, lalu tambahkan lagu-lagu berenergi ketika pekerjaan mulai terasa membosankan. Rasakan perbedaannya pada mood dan kinerja Anda. Siapa tahu, “playlist semangat kerja” sederhana bisa menjadi rahasia kecil yang membantu Anda tetap produktif, sekaligus lebih bahagia menjalani rutinitas harian.









