Hendra Nahkodai Karang Taruna Kaltim 2026–2031, Siap Hidupkan Kembali Peran Pemuda di Daerah

TENGGARONG – Semangat baru kebangkitan organisasi kepemudaan di Kalimantan Timur mulai terlihat setelah terpilihnya Hendra sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Timur periode 2026–2031. Ia ditetapkan secara aklamasi dalam Temu Karya Karang Taruna Kaltim yang digelar di Grand Elty Singgasana, Selasa (12/5/2026).

Hendra yang juga merupakan Anggota DPRD Kutai Kartanegara menjadi satu-satunya calon yang maju dalam proses penjaringan ketua. Terpilihnya ia sebagai nahkoda baru Karang Taruna Kaltim dinilai membawa harapan besar untuk mengaktifkan kembali organisasi yang beberapa waktu terakhir dinilai kurang maksimal bergerak di tengah masyarakat.

Usai ditetapkan sebagai formatur, Hendra menegaskan komitmennya untuk membangun kembali eksistensi Karang Taruna agar lebih aktif, progresif, dan dekat dengan persoalan masyarakat. Menurutnya, organisasi kepemudaan tidak boleh hanya menjadi wadah seremonial, melainkan harus mampu menghadirkan aksi nyata yang dirasakan langsung masyarakat.

“Karang Taruna harus bangkit kembali dan hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, peran pemuda sangat strategis dalam mendukung pembangunan daerah, terlebih di tengah dinamika perkembangan Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga sekaligus pusat pertumbuhan baru seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Karena itu, Karang Taruna diharapkan mampu melahirkan program-program sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga penguatan solidaritas pemuda di tingkat daerah.

Hendra juga menekankan pentingnya memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota. Ia ingin seluruh pengurus Karang Taruna di daerah dapat bergerak bersama dalam semangat kolaborasi dan kebersamaan.

Menurutnya, sinergi antarwilayah menjadi kunci agar Karang Taruna benar-benar mampu hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Kita ingin Karang Taruna menjadi bagian dari solusi, bukan hanya hadir sebagai organisasi simbolis. Kolaborasi seluruh kabupaten dan kota sangat penting untuk membangun gerakan kepemudaan yang kuat di Kaltim,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan