Anak Muda Jadi Motor Baru Wisata Adventure Kukar

Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA — Dunia pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar) mulai membuka ruang yang semakin luas bagi generasi muda. Tak hanya datang sebagai wisatawan, anak muda kini mulai mengambil peran sebagai penggerak usaha wisata, salah satunya melalui jasa pemandu wisata atau tour guide adventure.

Fenomena tersebut mendapat perhatian dari Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar. Kehadiran anak muda yang mengembangkan jasa pemandu wisata dinilai menjadi peluang untuk memperkuat ekosistem pariwisata sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitar destinasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar Awang Agus Dharmawan mengatakan, keterlibatan anak muda dalam mengembangkan jasa tour guide adventure merupakan perkembangan positif yang perlu terus diberikan ruang.

“Termasuk perkembangan anak-anak muda yang membuka jasa tour guide adventure di sejumlah destinasi wisata di Kukar. Itu bagus dan menjadi salah satu bagian yang memang perlu didorong,” ujar Awang, Kamis (20/8/2026).

Menurut Awang, setiap destinasi memiliki karakter dan potensi yang berbeda. Kondisi tersebut justru dapat menjadi modal untuk menciptakan pengalaman wisata yang beragam melalui paket-paket perjalanan yang dirancang sesuai keunggulan masing-masing wilayah.

Karena itu, Dispar Kukar turut memberikan pemahaman kepada pelaku wisata mengenai bagaimana mengemas potensi daerah menjadi sebuah paket wisata yang menarik dan memiliki nilai jual.

“Dalam sosialisasi yang kita lakukan, kita juga membekali mereka mengenai bagaimana membuat paket wisata,” katanya.

Pengembangan paket wisata dinilai menjadi salah satu cara untuk membuat kunjungan wisatawan tidak sekadar berhenti pada aktivitas melihat destinasi. Potensi alam, budaya, maupun aktivitas masyarakat dapat dirangkai menjadi pengalaman wisata yang lebih lengkap.

“Paket wisata ini bisa dikembangkan sesuai dengan potensi yang ada di masing-masing daerah,” jelasnya.

Konsep tersebut sekaligus membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk ikut mengambil manfaat dari geliat pariwisata. Mulai dari jasa pemandu, transportasi, kuliner, hingga produk ekonomi kreatif dapat menjadi bagian dari rantai aktivitas wisata.

Bagi generasi muda, peluang ini juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan keterampilan sekaligus membangun usaha berbasis potensi lokal.

Selain mendorong inovasi dalam pengembangan paket wisata, Dispar Kukar sebelumnya juga memiliki program pelatihan bagi pelaku pariwisata. Pelatihan tersebut dilengkapi dengan sertifikasi untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas para pelaku wisata.

Namun, program pelatihan dan sertifikasi tersebut belum dapat dilaksanakan pada 2026 karena keterbatasan anggaran.

“Setiap tahun sebelumnya kita juga memiliki kegiatan pelatihan, termasuk sertifikasi bagi pelaku wisata. Namun tahun ini kegiatan tersebut belum bisa dilaksanakan karena kondisi anggaran,” ungkap Awang.

Ia berharap program tersebut dapat kembali dijalankan pada tahun berikutnya. Terlebih, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam memastikan aktivitas wisata berkembang secara profesional.

Salah satu materi yang dinilai perlu mendapat perhatian adalah aspek keselamatan, terutama dalam kegiatan wisata berbasis petualangan yang memiliki tantangan dan risiko berbeda dibandingkan wisata umum.

“Ke depan, kita berharap pelatihan dan sertifikasi ini bisa kembali dilakukan, terutama terkait keselamatan,” pungkasnya. (Adv/Disparkukar/m/h)

Pos terkait