Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Potensi pertanian di Desa Manunggal Jaya, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai dikembangkan sebagai daya tarik wisata melalui konsep agrowisata. Pengunjung berpeluang menikmati wisata petik buah sekaligus mengenal proses budidaya berbagai komoditas pertanian.
Pengembangan tersebut dilakukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Fajar Lestari yang berdiri sejak Desember 2023. Ketua Pokdarwis Fajar Lestari, Riyan Pangestu, mengatakan pihaknya menggandeng petani dan pelaku usaha setempat untuk mengemas potensi desa menjadi pengalaman wisata.
Salah satu yang dikembangkan ialah kebun belimbing milik petani lokal. Selain menawarkan kegiatan memetik buah, kawasan tersebut juga dapat menjadi sarana edukasi mengenai budidaya tanaman.
Pokdarwis Fajar Lestari turut menjalin kerja sama dengan petani jamur untuk memperkenalkan proses budidaya hingga panen. Sementara itu, di Kampung Sawang, pengunjung berpotensi mengikuti aktivitas pertanian, seperti memetik sayuran dan kacang panjang.
Potensi lainnya berada di kawasan Puncak HR yang memiliki perkebunan alpukat seluas sekitar 30 hektare. Kawasan tersebut menjadi salah satu tempat berkegiatan anggota Pokdarwis sekaligus lokasi yang diharapkan dapat dikembangkan menjadi wisata petik alpukat.
“Selain itu, ada perkebunan alpukat di kawasan Puncak HR yang menjadi salah satu tempat kami berkegiatan. Luas lahan yang ditanami alpukat sekitar 30 hektare. Ke depannya, kami berharap kawasan tersebut bisa dikembangkan menjadi wisata petik buah alpukat,” jelas Riyan, Jumat (18/9/2026).
Menurut Riyan, pengembangan agrowisata dilakukan dengan memanfaatkan usaha pertanian yang telah berjalan di masyarakat. Dengan demikian, potensi lokal dapat dikemas menjadi daya tarik tanpa harus membangun seluruh fasilitas dan kegiatan dari awal.
Saat ini, Pokdarwis Fajar Lestari memiliki sekitar 25 anggota yang tercatat dalam surat keputusan kepengurusan. Mayoritas anggotanya berasal dari kalangan pemuda, meski jumlah anggota sebenarnya telah bertambah dan belum seluruhnya tercantum dalam SK terbaru.
Pengelolaan wisata petik buah juga menyesuaikan musim dan hasil panen. Ketika produksi melimpah, kegiatan wisata dapat dibuka, sedangkan saat produksi menurun, pengelola perlu menyesuaikan aktivitas yang ditawarkan.
Riyan berharap pengembangan agrowisata dapat memperkenalkan potensi pertanian Desa Manunggal Jaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani dan pelaku usaha setempat. (adv/disparkukar/m/h)









