Festival Tari Manunggal Jaya Berpeluang Kembali Digelar, Perkuat Daya Tarik Wisata Budaya

Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Pengembangan pariwisata Desa Manunggal Jaya, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tak hanya bertumpu pada potensi alam dan pertanian. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Fajar Lestari juga membuka peluang untuk menghidupkan kembali festival tari sebagai upaya memperkuat daya tarik wisata berbasis seni dan budaya.

Kehadiran kegiatan kesenian dinilai dapat menambah pilihan aktivitas bagi wisatawan sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka. Salah satu kesenian yang berpotensi menjadi bagian dari paket wisata tersebut adalah tari gandrung.

Ketua Pokdarwis Fajar Lestari, Riyan Pangestu, mengatakan unsur seni dan budaya dapat diintegrasikan ke dalam paket wisata sesuai kebutuhan serta kesiapan pelaksanaannya.

“Ada. Dalam paket wisata, kami juga bisa memasukkan kegiatan kesenian, seperti tari gandrung,” ujar Riyan, Minggu (20/9/2026).

Menurutnya, Desa Manunggal Jaya sebelumnya telah memiliki pengalaman menyelenggarakan Festival Tari Desa Manunggal Jaya. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelajar, khususnya tingkat sekolah menengah atas (SMA), untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam seni tari.

Festival itu digagas melalui kolaborasi anggota Pokdarwis Fajar Lestari dan pemuda desa. Pelaksanaannya biasanya dipusatkan di Taman Desa Manunggal Jaya, yang berada di samping lapangan sepak bola desa.

Selain menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda, festival tersebut berpotensi dikembangkan sebagai agenda pendukung pariwisata desa. Dengan adanya pertunjukan seni, wisatawan tidak hanya menikmati suasana alam, tetapi juga dapat mengenal kekayaan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.

Meski demikian, rencana penyelenggaraan kembali festival masih menunggu ketersediaan anggaran. Riyan menjelaskan, kegiatan tersebut sebelumnya dapat digelar sekitar dua kali dalam setahun, meskipun jadwal pelaksanaannya tidak selalu tetap.

“Biasanya, festival tersebut diadakan sekitar dua kali dalam setahun, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” ungkapnya.

Pokdarwis Fajar Lestari pun terus mengembangkan potensi wisata desa melalui beragam aktivitas yang memadukan sektor pertanian, edukasi, dan rekreasi. Sejumlah potensi yang dirintis antara lain wisata petik belimbing, edukasi budidaya dan panen jamur, serta pengembangan perkebunan alpukat di kawasan Puncak HR.

Keberagaman potensi tersebut menjadi modal bagi Manunggal Jaya untuk membangun pengalaman wisata yang lebih variatif. Wisatawan dapat menikmati kegiatan berbasis pertanian sekaligus berpeluang menyaksikan pertunjukan seni apabila agenda budaya kembali diselenggarakan.

Melalui pengembangan wisata yang menggabungkan alam, pertanian, dan seni budaya, Pokdarwis Fajar Lestari berharap Manunggal Jaya semakin dikenal sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda. Upaya ini juga membuka peluang bagi keterlibatan generasi muda dan masyarakat dalam mengembangkan pariwisata sekaligus menjaga keberlanjutan kesenian lokal.

Dengan dukungan anggaran dan kolaborasi berbagai pihak, Festival Tari Desa Manunggal Jaya berpeluang kembali menjadi ruang kreativitas masyarakat sekaligus memperkaya daya tarik wisata desa di Kabupaten Kutai Kartanegara. (adv/disparkukar/m/h)

Pos terkait