Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Puryadi, menyoroti kondisi kabel yang semrawut di sejumlah wilayah Kota Balikpapan, terutama di sekitar lingkungan sekolah dan kampus. Penataan jaringan kabel dinilai penting untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
Puryadi menilai, kabel yang menjuntai, berantakan, atau berpotensi jatuh dapat membahayakan masyarakat. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius, terlebih di kawasan pendidikan yang menjadi pusat aktivitas pelajar, mahasiswa, tenaga pengajar, serta pengguna jalan.
Menurutnya, pembenahan jaringan kabel tidak cukup dilakukan sesekali. Pemeliharaan secara berkala diperlukan untuk memastikan kabel tetap tertata dengan baik dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Penataan kabel di sekitar sekolah dan kampus juga perlu menjadi bagian dari upaya menciptakan fasilitas umum yang lebih aman. Karena itu, koordinasi dengan pihak terkait diperlukan agar kabel yang berpotensi membahayakan dapat segera ditangani,” kata Puryadi, Selasa (13/10/2026).
Selain penertiban dan pemeliharaan, Puryadi turut mendorong penggunaan sistem kabel bawah tanah atau underground cable sebagai salah satu solusi jangka panjang. Sistem ini dinilai dapat mengurangi kesemrawutan kabel di udara sekaligus membuat kawasan perkotaan terlihat lebih rapi.
Ia menyebutkan, kajian mengenai penataan kabel telah dilakukan dengan membandingkan kondisi di sejumlah daerah, seperti Bandung dan Batam. Pengalaman dari wilayah tersebut dapat menjadi referensi bagi Balikpapan dalam menentukan pola penataan jaringan kabel yang lebih baik.
Puryadi mengakui, beberapa kawasan di Balikpapan, seperti Taman Bekapai dan Perumahan Grand City, mulai menunjukkan penataan kabel yang lebih rapi. Namun, secara umum, kondisi jaringan kabel di kota ini masih membutuhkan pembenahan secara menyeluruh.
Karena itu, ia berharap penataan kabel tidak hanya berfokus pada kawasan tertentu, tetapi juga menjangkau lingkungan pendidikan dan fasilitas umum lainnya.
Melalui penataan yang terencana dan pemeliharaan berkelanjutan, risiko bahaya akibat kabel semrawut diharapkan dapat diminimalkan. Upaya tersebut sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah dan kampus yang lebih aman, nyaman, serta tertata. (*)









