Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh siswa tingkat PAUD, SD, hingga SMP di Kota Balikpapan mulai berjalan pada Rabu (14/10). Kebijakan yang diterapkan akibat memburuknya kualitas udara karena kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut terpantau berjalan lancar.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, mengatakan pihaknya telah turun langsung bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan untuk memantau pelaksanaan PJJ di sejumlah satuan pendidikan.
Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, proses peralihan dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring tidak mengalami kendala berarti.
“Saya melihat langsung situasi pembelajaran jarak jauh di beberapa sekolah hari ini bersama jajaran Dinas Pendidikan, dan alhamdulillah semuanya berjalan lancar menggunakan aplikasi Zoom,” ujar Gasali saat ditemui di Gedung DPRD Kota Balikpapan, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, penerapan PJJ merupakan langkah darurat yang diambil pemerintah daerah untuk melindungi kesehatan dan keselamatan siswa dari paparan kabut asap karhutla yang semakin pekat.
Keputusan tersebut diambil setelah melalui rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan pada Selasa (13/10), kemudian diperkuat melalui penerbitan Surat Edaran (SE) Wali Kota Balikpapan.
Kebijakan ini berlaku bagi seluruh sekolah negeri maupun swasta, mulai dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP, terhitung sejak Rabu (14/10).
Gasali menyebut, kondisi kabut asap, terutama pada pagi hari, semakin mengkhawatirkan dan berpotensi memicu gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan. Berdasarkan informasi terbaru dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Balikpapan telah mencapai angka 110.
Karena itu, pelaksanaan PJJ akan terus diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pemerintah daerah bersama pihak terkait akan memantau perkembangan kualitas udara sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Mulai hari ini, Rabu 14 Oktober 2026, seluruh siswa mulai dari tingkat PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta, diputuskan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau PJJ. Hal ini untuk keselamatan siswa dari paparan asap,” tegasnya.
Selain memantau kegiatan belajar mengajar, Gasali mengatakan DPRD juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan DLH terkait penanganan karhutla.
Ia turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap. Warga diminta menggunakan masker, membatasi aktivitas di luar rumah, serta tidak melakukan pembakaran sampah di area terbuka yang berpotensi memicu titik api baru.
Gasali berharap pelaksanaan pembelajaran daring tetap berjalan optimal selama kebijakan tersebut diterapkan, sementara upaya penanganan karhutla dan pengendalian kualitas udara terus ditingkatkan agar aktivitas pendidikan dapat kembali berlangsung normal. (*)









